FAKTA Pabrik Narkoba Kediri Kecoh Polisi, Oplos Pil Dobel L dengan Pabrikan Asli & Simpan di Bungker

FAKTA Pabrik Narkoba Kediri Kecoh Polisi, Oplos Pil Dobel L dengan Pabrikan Asli & Simpan di Bungker.

FAKTA Pabrik Narkoba Kediri Kecoh Polisi, Oplos Pil Dobel L dengan Pabrikan Asli & Simpan di Bungker
SURYA/DIDIK MASHUDI
Kasat Resnarkoba AKP Eko Sanosin memperlihatkan foto bunker tempat menyimpan puluhan ribu pil dobel L, Selasa (1/10/2019) 

FAKTA Pabrik Narkoba Kediri Kecoh Polisi, Oplos Pil Dobel L dengan Pabrikan Asli & Simpan di Bungker

TRIBUNKEDIRI.COM, KEDIRI - Penggrebekan pabrik narkoba pil dobel L juga mengamankan 67.000 butir pil dobel L siap edar.

Namun pil dobel yang disita bukan hasil produksi pabrik home industri narkoba.

Rencananya 67.000 pil dobel L dari pabrikan asli ini akan dicampur dengan pil dobel L yang diproduksi oleh kedua tersangka Sugeng Pramono alias Jae (27) warga Desa Paron dan Sutiono alias Negro (33) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem.

BREAKING NEWS, Satresnarkoba Polres Kediri Gerebek Pabrik Pil Koplo, Ada Ribuan Pil Koplo Siap Edar

Menang dari Persik Kediri, Persatu Tuban Optimis Lolos Zona Degradasi

Persik Kediri Sebut Ada yang Tak Beres Saat Lawan Persatu Tuban, Pertimbangkan Lapor Komdis

Komplotan pembuat dan pengedar narkoba ini juga menyimpan narkoba dengan membuat bunker ukuran 1 meter x 80 cm dengan kedalaman sekitar 1 meter di samping rumahnya. Petugas sempat kesulitan menemukan barang bukti narkoba.

Barulah setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut diketahui kalau pelaku menyimpan narkoba pil dobel L di dalam bunker.

"67.000 pil dobel ini disimpan di dalam bunker," ungkap Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal saat gelar kasusnya, Selasa (1/10/2019).

Malahan pelaku juga berencana membuat bunker kedua untuk menyimpan narkoba. Namun belum sampai selesai dibuat, pabrik home industri narkoba keburu digrebek polisi.

Dua sekawan ini memang berencana untuk mencampur pil dobel L pabrikan dengan pil dobel buatannya sendiri. "Modusnya pil dobel L buatannya akan dicampur dengan yang sudah jadi," jelasnya.

Sedangkan pangsa pasar peredaran pil dobel L selain Kediri juga Kabupaten Nganjuk, Tulungagung dan Blitar. "Peredaran sudah lintas wilayah. Kami masih dalami jaringannya," jelasnya.

Tersangka bakal dijerat dengan pasal 197 Undang-undang tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun.

Sementara pengakuan pelaku membeli satu bungkus pil dobel L pabrik isi 1.000 butir seharga Rp 260.000 dan dijual dengan harga Rp 300.000.

Jika dengan harga setiap butir Rp 3.000 dengan jumlah barang bukti yang disita sebanyak 67.000 butir nilainya mencapai ratusan juta.

Kedua pelaku mengaku baru sekitar sebulan beroperasi mencoba memproduksi pil dobel L sendiri.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved