Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pengelolaan Bandara Kediri Bakal Pakai Sistem BOT, Groundbreaking Akan Dimulai Januari 2020

Dishub Jatim menegaskan Bandara Kediri akan menggunakan sistem built operation and transfer.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin jalannya rapat di Grahadi, Kamis (19/9/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin menegaskan Bandara Kediri akan menggunakan sistem built operation and transfer.

Model tersebut adalah opsi yang disepakati oleh PT Gudang Garam sebagai pihak yang memiliki aset dan yang akan membangun bandara tersebut.

Dalam kurun waktu tertentu, bandara tersebut akan dikembalikan ke Gudang Garam secara keseluruhan setelah dioperasionalkan oleh pemerintah.

Siapkan Lahan 372 Hektar, Bandara Kediri Bakal Dibangun Januari 2020 Nanti, Total Investasi Rp 6 T

"Semuanya Gudang Garam. Mulai pembebasan lahan, pembangunan, semua dari sana. Jadi lebih cepat, dan modelnya yang dikehendaki Gudang Garam nantinya adalah BOT," kata Fattah Jasin, Senin (30/9/2019), seusai rapat dengan Gudang Garam dan PT Surya Doho Investama di Grahadi.

Dikatakan Fattah Jasin, untuk bandara opsi pembangunan memang bisa bermacam-macam.

Ada yang menggunakan public privat partnership, di mana pemerintah yang memiliki aset, pihak ketiga yang mengelola. Seperti proyek umbulan.

Begitu juga bisa untuk bandara, bisa menggunakan sistem kerjasama dengan BOT dengan pemerintah sebagai pengelola.

TERPOPULER - Masa Depan Nia Ramadhani Diterawang Mbah Mijan hingga Video Barbie Ditelepon My Love

Lebih lanjut ia mengatakan, berapa tahun aset bandara akan dikembalikan ke Gudang Garam masih belum dipastikan. Bisa 20 tahun atau 30 tahun.

Untuk bandara Kediri ini, Pemprov tidak akan mendapatkan sharing pendapatan dalam bentuk pajak ataupun dari operasional bandara sebagaimana Bandara Abdurrahman Saleh Malang.

Akan tetapi ditegaskan oleb Fattah Jasin, Jawa Timur tetap akan mendapatkan manfaat yang besar dari terwujudnya bandara Kediri pada 2021 mendatang.

Sektor perdagangan, industri maupun pembangkit ekonomi turunan dari adanya Bandara Kediri akan tumbuh dan akan memberikan manfaat yang lebih besar.

"Karena punya swasta bukan pemerintah ya, pemerintah tidak punya aset. Tapi yang pasti potensi penerimaan pajak dari sektor lain misal restoran, hotel itu akan masuk ke kita. Bandara ini akan membawa dampak besar untuk Jawa Timur khususnya di kawasan Selingkar Wilis," kata Fattah Jasin.

Untuk kelancaran akses pendukung Bandara Kediri, Pemprov Jawa Timur tengah mengajukan untuk pembangunan tol.

Ramalan Cinta Zodiak Hari Ini Selasa 1 Oktober 2019: Taurus Saling Diam, Scorpio Dihantui Masa Lalu

Tepatnya Pemprov Jawa Timur tengah mengajukan untuk pembangunan tol dari Kediri dilanjutkan ke Tulungagung.

Pengajuan ini sedang dilakukan oleh gubernur ke Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).

Karena yang memiliki kewenangan untuk merancang jalan tol ini adalah BPJT.

"Jadi menurut Bu Gubernur Bandara Kediri sudah masuk proyek strategis nasional. Maka infrastruktur perhubungan udara harus didukung transportasi yang layak juga. Maka ketika tadi ada pembicaraan, tol yang eksisting ke Kediri itu mestinya bisa diparipurnakan lanjut Tulungagung untuk bisa mempercepat akses sampai ke Blitar Trenggalek Pacitan," tegasnya.

Pemprov ingin agar pembangunan akses ke bandara tidak dibangun setelah bandara jadi baru mulai, melainkan lebih baik dilakukan secara berseiring.

Bagi Provinsi Jawa Timur, pembangunan Bandara Kediri ini akan memberikan dampak besar.

Proyek Tol Bandara Kediri Sudah Disetujui, Tak Ingin Ulangi Kesalahan Pelabuhan Teluk Lamong

Bandara Kediri ini akan menjadi pintu masuk pengembangan sektor pendidikan, pariwisata, perkebunan dan pariwisata yang potensinya begitu besar di Selingkar Wilis.

Mulai Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Blitar dan sekitarnya.

Bandara Kediri ini kapasitasnya lebih besar dari Juanda.

Estimasi Biaya Pembangunan Bandara Kediri Capai Rp 6 T, Ground Breaking Ditargetkan Januari 2020

Jika Juanda kapasitasnya untuk 12 juta penumpang per tahun, bandara Kediri ini kapasitasnya 15 juta penumpang per tahunnya.

Bandara Kediri ini akan dibangun di atas lahan seluas 370 hektar dengan runway 3.300 meter.

Yang akan menyediakan rute penerbangan internasional.

Bandara Kediri akan dilakukan groundbreaking di Januari 2020 mendatang dan diskemakan selesai di akhir 2021. (Surya/Fatimatuz Zahroh)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved