Cara Beda Warga Baujeng Pasuruan Protes Limbah Cair, Pasang Spanduk Sindiran di Sepanjang Sungai

Cara Beda Warga Baujeng Pasuruan Protes Limbah Cair, Pasang Spanduk Sindiran di Sepanjang Sungai.

Cara Beda Warga Baujeng Pasuruan Protes Limbah Cair, Pasang Spanduk Sindiran di Sepanjang Sungai
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Warga Pasuruan protes limbah cair perusahaan dengan pasang spanduk 

Cara Beda Warga Baujeng Pasuruan Protes Limbah Cair, Pasang Spanduk Sindiran di Sepanjang Sungai

TRIBUNPASURUAN.COM, BEJI - Warga Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan memprotes keberadaan limbah cair yang mencemari lingkungan.

Protes ini dilakukan dengan cara menyindir perusahaan dan pemerintah menggunakan spanduk dan banner yang dibentangkan di sepanjang bantaran sungai Baujeng yang tercemar.

BREAKING NEWS - Kakek Asal Pasuruan Tewas Tertabrak Truk di Sidoarjo, Luka Parah di Kepala dan Kaki

Ungkap 164 Pencurian dalam 12 Hari, Polres Pasuruan Jadi Polres Terbaik Nomor 3 di Polda Jatim

Unit Pemberantasan Pungli Kabupaten Pasuruan Raih Peringkat Kedua Tingkat Jawa Timur

Sindiran ini ditujukan ke sejumlah perusahaan yang membuang limbah sembarangan dan pemerintah yang kurang tanggap menindak perusahaan nakal di Pasuruan.

Beberapa tulisan sindiran yang dibentangkan, diantaranya "Air Sumurku Kau Cemari Dengan Limbahmu", "Kali Ambu Badek Banyak Orang Sakit Sesak Pernafasan", dan beberapa sindiran kasar lainnya.

Kepala Desa Baujeng Sobiq mengatakan, pemasangan banner dan spanduk ini dilakukannya bersama warga. Kata dia, ini bentuk protes kepada perusahaan yang nakal, karena bertahun-tahun membuang limbah cair sembarangan ke aliran sungai Desa Baujeng.

"Limbah cair tersebut telah menimbulkan bau busuk dan juga mengotori sungai, sehingga warna air menjadi hitam pekat. Selain itu, merugikan dan meresahkan masyarakat," kata dia.

Ia tidak secara spesifik menyebut perusahaan mana yang membuang limbah ini. Tapi, ia berjanji akan membuat aksi dalam jangka waktu dekat. Kata dia, masyarakat sepakat melakukan penutupan aliran sungai yang terdampak limbah dari perusahaan.

"Kalau tidak bisa berhenti membuang limbah sembarangan, penutupan akan dilakukan seterusnya sebelum ada solusi yang baik. Saya mengecam perbuatan perusahaan yang merugikan masyarakat saya ini," jelasnya.

Sementara itu, Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Indra mengaku akan melaporkan permasalahan ini ke pimpinan. Ia juga sudah mendapatkan laporan terkait pemasangan banner dan spanduk sindiran yang ditujukan kepadanya.

"Dalam jangka waktu dekat ini, saya akan mempertemukan perusahaan, forpimka, desa dan masyarakat untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Saya akan panggil perusahaan yang terindikasi membuang limbah cair sembarangan," pungkas dia

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved