Kasus Dugaan Penggelapan Emas Antam di Surabaya, Dua Terdakwa Ajukan Nota Keberatan

Dua terdakwa kasus penggelapan emas, Endang Kumoro dan Ahmad Purwanto mengajukan nota keberatan selepas dengan dakwaan dari JPU.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Tiga terdakwa kasus penggelapan emas sebelum jalani sidang di PN Surabaya, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dua terdakwa kasus penggelapan emas, Endang Kumoro dan Ahmad Purwanto melalui masing-masing penasehat hukumnya ajukan nota keberatan atau eksepsi setelah mendengarkan dakwaan dari JPU Winarko dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya

Sugiono pengacara terdakwa Endang mengaku kliennya ada yang tidak dikerjakan seperti tidak memberikan diskon emas dalam kasus tersebut. 

"Kedua terdakwa ini tidak kenal dengan terdakwa Eksi (berkas terpisah) hanya bertemu dua kali itu saja," ujarnya selepas sidang, Kamis, (3/10/2019). 

VIRAL Video Mahasiswa Joget Apa yang Merasukimu saat Wisuda, Ini Fakta Pengakuan Sang Wisudawan

Dia pun tak memungkiri bila kliennya ini adalah pegawai dari PT Antam Cabang Surabaya.

"Terdakwa Eksi itu orang luar. Intinya, Endang sudah sesuai dengan SOP. Dan si Eksi ini menjanjikan ke Budi Said sebagai kuasa," lanjutnya. 

Lalu, terkait emas 1 ton yang tidak ada, Sugiono mengaku kliennya tidak tahu.

Karena transfernya langsung ke rekening PT Antam. 

Mie Kuah Kaldu Lobster 2,5 Kilogram, Menu Spesial Warung Nona Wajib Coba dan Bikin Nagih, Mau Cicip?

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Ahmad Purwanto, Wilopo Husodo menyatakan ada beberapa fakta yang dalam dakwaan tidak sesuai dengan BAP. 

"Memang kami harus hati-hati. Fakta yang tidak sesuai seperti ketemuan di Jakarta dengan para pimpinan dan klien kami padahal aslinya enggak," tandasnya.

Profil-Biodata Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI yang Baru, Pernah Jadi Jurnalis hingga Karier Politik

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved