UPDATE Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Welirang, Petugas Sulit Padamkan Api, Lokasi Cukup Tinggi

Kebakaran lereng Gunung Welirang yang terjadi pada Sabtu (28/9/2019) hingga kini masih meluas dan belum padam.

UPDATE Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Welirang, Petugas Sulit Padamkan Api, Lokasi Cukup Tinggi
ISTIMEWA
Tim penyisiran titik api karhutla di Welirang sedang melakukan persiapan pada Kamis (3/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kebakaran lereng Gunung Welirang yang terjadi pada Sabtu (28/9/2019) hingga kini masih meluas dan belum padam.

Medan yang sulit dijangkau oleh penjinak api menjadi penyebab kebakaran tersebut sulit dipadamkan.

Kepala Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi menjelaskan sejumlah penyebab kesulitan petugas saat memadamkan kebakaran di lereng Welirang.

"Standard operasional prosedur (SOP) kami ketika terjadi kebakaran pasca itu dilakukan monitoring dan evaluasi," ujarnya Kamis (3/10/2019).

Hutan Gunung Welirang di Gunung Arjuno Berhasil Dipadamkan, 9,5 Hektar Habis Terbakar

Monitoring artinya, lanjut Ahmad Wahyudi, untuk mengetahui apakah api yang sudah dipadamkan sudah betul - betul padam.

Sedangkan evaluasi, untuk mengetahui sumber api dari mana dan penyebabnya apa. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, belum semua titik api bisa dipadamkan.

Menurut Ahmad Wahyudi, lokasi kebakaran yang cukup tinggi sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), menyebabkan petugas kesulitan segera memadamkan. 

Kobaran Api Masih Menyala di Gunung Welirang, Seluruh Jalur Pendakian di Mojokerto Ditutup Sementara

"Kondisi medan menjadi penyebab petugas sulit menjangkau buat memadamkan api. Kami berjalan menuju di bawah titik api saja, butuh waktu 5 - 6 jam baru sampai. Tenaga dan personal kami terbatas, sehingga akan sulit segera bisa kami padamkan, " pungkasnya. 

Terpisah, Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammad Rizal mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Taman Hutan Raya Raden Soerjo terkait kebakaran lahan tersebut.

"Saat ini masih dilakukan penyisiran kembali untuk mencari titik api yang bisa dikendalikan. Dugaan sementara bisa jadi karena faktor alam sendiri, mengingat kondisi cuaca saat ini sedang kemarau. Juga disamping itu karena ulah tangan yang tidak bertanggung jawab. Namun pihak terkait belum bisa memaparkan secara gamblang perihal tersebut," terangnya Jumat (4/10/2019).

Terkuak Penyebab Sopir Pribadi Meninggal Mendadak di Semak-semak Juanda, Korban Derita Hipertensi

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved