Breaking News:

Kilas Balik

Kesaksian Ajudan Soal Firasat Jenderal Korban PKI, Ruang Ber-AC Jadi Panas & Marah Soal Mesin Ketik

Kesaksian Ajudan Soal Firasat Jenderal Korban PKI, Ruang Ber-AC Jadi Panas & Marah Soal Mesin Ketik

Penulis: Januar AS | Editor: Dwi Prastika
Repro buku Kenangan Tak Terucap, Saya, Ayah, Dan Tragdi 1965
Kenangan Nani Nurrachman Sutojo bersang sang ayah, Mayjend Sutojo 

"Sementara di ruang ajudannya justru sangat sejuk," tulis Nani Nurrachman Sutojo menirukan perkataan Letda Sutarno.

Tentu saja hal itu membuat sang ajudan Mayjend Sutojo merasa bingung.

Sebab, bagaimana mungkin ruang kerja sang atasan yang sudah ber-AC, justru malah merasa panas?

"Beberapa hari setelah kejadian, Pak Sutarno baru memahami, ayah diberi firasat akan pergi untuk selamanya," ujar Nani Nurrachman Sutojo.

Profil-Biodata Ahmad Sukendro, Sosok Jenderal TNI Lolos dari G30S/PKI, Meredup di Era Soeharto

Momen Soekarno Ketahui Dirinya akan Dieksekusi Mati, Langsung Tenang seusai Baca 1 Ayat Alquran

Nani Nurrachman Sutojo mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya, dia dan sang ayah sempat bertengkar.

Penyebabnya, pada suatu saat Mayjend Sutojo menemukan mesin tiknya dalam kondisi tidak tertutup.

Padahal, biasanya apabila tidak sedang digunakan, mesin tik tersebut dalam keadaan tertutup kain.

Mayjend Sutojo kemudian memarahi Nani Nurrachman Sutojo karena menganggap sang anak yang telah membersihkannya, ceroboh tidak menutup lagi.

Nani Nurrachman Sutojo yang merasa tidak melakukannya, tidak terima atas tuduhan sang ayah tersebut.

Akibatnya, mereka pun jarang berbicara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved