Ribuan Benih Tanaman Dimusnahkan BBKP Surabaya di Malang, Tak Ada Sertifikat Aman Sehingga Ada Racun

Ribuan Benih Tanaman Dimusnahkan BBKP Surabaya di Malang, Tak Ada Sertifikat Aman Sehingga Ada Racun.

Ribuan Benih Tanaman Dimusnahkan BBKP Surabaya di Malang, Tak Ada Sertifikat Aman Sehingga Ada Racun
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi saat menunjukkan benih tanaman mawar beracun 

Ribuan Benih Tanaman Dimusnahkan BBKP Surabaya di Malang, Tak Ada Sertifikat Aman Sehingga Ada Racun

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya memusnahkan ribuan benih tanaman tanpa sertifikat dari sembilan negara.

Ribuan benih yang dikemas ke dalam 83 paket itu merupakan sitaan BBKP dari Kantor Pos Indonesia Cabang Malang selama Januari hingga Agustus 2019.

“Kami sita dari Kantor Pos setelah pemeriksaan x-ray oleh petugas Bea dan Cukai. Kemudian barang itu kami karantina,” ujar Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi di Malang, Senin (7/10/2019).

Drama Penangkapan Dua Residivis Curanmor di Malang, Hunuskan Pisau hingga Ditembak Mati Polisi

Kisah Sukses UMKM Sandal Lucu Sancu Malang, Mulanya Menyasar Anak-anak Malah Disukai Orang Dewasa

Ratusan ASN Pemkab Malang Dites Urine Narkoba, BNN Ancam Assesment Jika Positif Narkoba

Ia menambahkan benih tersebut didominasi oleh tanaman hias, sayuran dan buah. Karena tak melampirkan dokumen keamanan, benih-benih ini diduga membawa racun yang berpotensi menular kepada tanaman lain.

“Artinya kalau dia nggak bisa melampirkan sertifikat aman dari negara asal, bisa jadi ini membawa racun. Makanya harus dimusnahkan,” ujarnya.

Menurut Musyaffak, BBKP Surabaya telah menyurati pemilik benih agar segera melengkapi sertifikat keamanan dalam tempo 14 hari. Namun hingga batas waktu habis, sertifikat tak kunjung turun sehingga harus dimusnahkan.

Musyaffak mengatakan benih bermasalah itu paling banyak dikirim dari Malaysia dan China. Selain benih, ada pula paket kurma dari Arab Saudi.

“Paling banyak tadi dari China sama Malaysia,” katanya.

Mengancam Keanekaragaman Hayati

Musyaffak mengatakan benih yang tidak dilengkapi sertifikat aman dari negara asal patut diduga mengandung racun. Salah satu kasus yang paling mencolok adalah penyakit sista kuning pada kentang di Wonosobo, Jawa Tengah.

“Karena ada benih yang mengandung itu, di Wonosobo akhirnya nggak bisa lagi ditanami kentang,” ucap Musyaffak.

Ia mengatakan ada ancaman jika seseorang mengedarkan benih tanpa dilengkapi sertifikat keamanan. Aturan itu tertuang dalam Aturan ini tertuang dalam pasal 60 UU Sistem Budidaya Tanaman (SBT).

“Tapi dalam kasus ini pemilik belum mengedarkannya. Sehingga kami tidak bawa ke proses hukum,” tutupnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved