Gresik Menjadi Tempat Transit Satwa Langka, Lewat Online dan Manual

Kabupaten Gresik ternyata menjadi tempat transit satwa langka dilindungi. Satwa langka itu tidak hanya dijual manual, ternyata juga secara online.

Gresik Menjadi Tempat Transit Satwa Langka, Lewat Online dan Manual
Willy Abraham/Tribunjatim
Kapolres Gresik AKPB Kusworo Wibowo bersama Kepala Bidang Wilayah II BKSDA Jawa Timur, Wiwid Widodo di Mapolres Gresik, Selasa (8/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kabupaten Gresik ternyata menjadi tempat transit satwa langka dilindungi. Satwa langka itu tidak hanya dijual manual, ternyata juga secara online.

Kepala Bidang Wilayah II BKSDA Jawa Timur, Wiwid Widodo menjelaskan, satwa langka yang berada di berbagai daerah itu transit terlebih dahulu di Gresik.

"Sebetulnya tidak hanya manual yang marak. Wilayah Gresik dan Lamongan marak daerah transit untuk perdagangan online," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Gresik, Selasa (8/10/2019).

Satwa langka itu berada di Gresik kemudian jika harga sudah sesuai maka akan dilepas kepada pembeli.

"Bahasa kasarnya makelar online paling banyak di Gresik," tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Disinggung mengenai, 13 satwa langka yang diamankan oleh Satreskrim Polres Gresik. Pihaknya akan segera merehabilitasi terlebih dahulu untuk memastikan apakah membawa penyakit atau tidak. Karena telah berinteraksi dengan manusia.

Rumahnya Hangus Terbakar, Warga Kecamatan Tarik Sidoarjo Dapat Santunan dari Bupati Saiful Ilah

BREAKING NEWS - Gudang Penjemuran Kayu di Kota Pasuruan Ludes Terbakar

Perempuan yang Diduga Menjadi Korban Tabrak Lari di Karangrejo Tulungagung Akhirnya Meninggal Dunia

"Jika clear maka akan diberikan surat kesehatan satwa," katanya kepada Tribunjatim.com.

Kemudian, selama dua bulan. Satwa yang terdiri dari lima merak hijau, enam takur api dan dua tangkar uli itu akan di amati perilakunya selama dua bulan.

Dia mencontohkan, burung kakak tua tidak mungkin langsung berkomunikasi lancar saat dikembalikan ke alam.

"Referensi perilaku alam, kita lakukan habituasi. Menyekolahkan mereka dengan alam kembali," tutupnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved