Dorong Peningkatan Pembiayaan di Masyarakat Lewat Multifinance Day

APPI turut serta dalam peningkatan literasi keuangan ke masyarakat terutama sektor pembiayaan. Gelar pameran Multifinance Day di Surabaya

Dorong Peningkatan Pembiayaan di Masyarakat Lewat Multifinance Day
habibur rohman/ surya
Suasana pameran Multifinance Day di Surabaya mulai Rabu (9/10/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) turut serta dalam peningkatan literasi keuangan ke masyarakat terutama sektor pembiayaan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pameran Multifinance Day di Surabaya mulai Rabu (9/10/2019).

"Dengan adanya pameran ini, kami berupaya mendekatkan perusahaan pembiayaan pada masyarakat. Pameran diikuti hampir semua perusahaan pembiayaan yang beroperasi di Indonesia," kata Suwandi Wiratno, Ketua Umum APPI, saat pembukaan pameran yang digelar di atrium Tunjungan Plaza (TP) 3 Surabaya tersebut.

Pengenalan perusahaan pembiayaan melalui pameran ini juga untuk meningkatkan literasi keuangan yang saat ini masih rendah. Sampai akhir tahun 2019, pemerintah menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 75 persen atau meningkat signifikan dari posisi 2014 yang baru mencapai 36 persen.

Ada pun target inklusi keuangan tersebut termaktub dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016.

“Kami ingin mengenalkan apa itu perusahaan pembiayaan. Selama ini masyarakat mengenal leasing. Padahal leasing itu hanya kegiatannya,” lanjut Suwandi.

Sebenarnya istilah leasing biasanya digunakan untuk pembiayaan alat berat. Namun anehnya, istilah itu justru populer untuk pembiayaan kendaran bermotor. Mengacu pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan pembiayaan atau multifinance merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang dan atau jasa.

Keberadaan perusaahan pembiayaan juga sudah lama, yakni sekitar tahun 1974. Ini seiring dengan terbitnya SKB Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan tentang perizinan usaha leasing (sewa guna usaha).

“Meski kami sudah lama, tapi masih banyak yang belum tahu tentang perusahaan pembiayaan,” lanjut Suwandi.
Pameran ini ditargetkan bisa menjadi kegiatan rutin tahunan APPI.

Mengintip Kamar Pasien Tempat Ashanty Dirawat Akibat Autoimun, Ada Ruang Tamu hingga Dapur Pribadi

Satpol PP Panggil Pemilik Rumah yang Pernah Ditinggali Bung Tomo di Kota Malang, Terkait ini

Terkait kinerja perusahaan pembiayaan di tahun 2019 ini, Suwandi menyebutkan bila pertumbuhannya rata-rata mengikuti pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi di sektor otomotif, di tahun ini diprediksi stagnan dibanding tahun lalu.

"Tapi saat ini perusahaan pembiayaan tidak hanya bertopang pada otomotif. Tapi juga bergerak di pembiayaan di sektor lainnya. Seperti pembiayaan investasi dan modal kerja dan multiguna yang untuk konsumtif," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang W Budiawan, dari Otoritas Jasa Keuangan, menambahkan, pihaknya optimis kinerja pembiayaan akan tumbuh.

"Apalagi saat ini pembiayaan multiguna cukup menonjol dan potensi kedepannya besar. Apalagi di Jatim dengan adanya pertumbuhan industri di sektor pertanian, perkebunan, ada potensi pembiayaan para peralatan dan mesin yang memanfaatkan multifinance ini," jelas Bambang.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved