Gubernur Jatim, Khofifah Tantang Penyuluh KB dan PKK Jadi Pemain Digital

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menantang para pelaku penyuluh KB maupun Petugas BKKBN Jatim dan para kader PKK menjadi pelaku digital.

Gubernur Jatim, Khofifah Tantang Penyuluh KB dan PKK Jadi Pemain Digital
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Outfit Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin saat upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekan RI yang ke 74 di halaman Gedung Negara Grahadi, Sabtu (17/8/2019) siang 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Era digitalisasi seperti saat ini menuntut para pelaku kependudukan di Jatim ikut berperan aktif. Bahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menantang para pelaku penyuluh KB maupun Petugas BKKBN Jatim dan para kader PKK menjadi pelaku digital.

Mereka harus memanfaatkan kemajuan era saat ini untuk mengkampanyekan Program BKKBN dan PKK di Jatim yang lebih bisa diterima masyarkat di era digitalisasi ini. Mereka harus mengunggah dan memposting konten apa pun agar lebih menarik.

"Semua orang kini pegang smartphone. Ayo manfaatkan untuk Program BKKBN dan PKK di era kekinian. Bisa lewat posting, karikatur atau youtube yang menarik," ajak Khofifah di hadapan ratusan Petugas BKKBN dan Kader PKK di Gedung PKK Jatim, Rabu (10/10/2019).

Mereka ditantang gubernur perempuan pertama di Jatim itu untuk memanfaatkan era digitalisasi secara positif. BKKBN Perwakilan Jatim dan PKK Jatim bergandengan dalam pencanangan Kesatuan Gerak PKK dan Kesehatan serta Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Pencanangan gerakan itu dihadiri Gubernur Khofifah selalu Ketua Pembina Tim Penggerak PKK Jatim, kemudian Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Yanrizal Makmur, serta Kepala Dinkes Jatim dr Kohar Hari Santoso.

7 Pesona Kim Jae Young, Bintangi Drama Korea Beautiful Love, Wonderful Life dan Secret Boutique

Kisah Wanita Ditipu Pria Ngaku Miliarder, Ditinggal saat Pernikahan, Harus Lunasi Utang Rp1,5 Miliar

Pencanangan Program kependudukan Jatim itu diikuti oleh 217 petugas penyuluh KB seluruh Jatim, semua tim penggerak PKK kabupaten dan kota di Jatim, serta Kelompok Kerja di setiap daerah. Program Gerak PKK KKBK Kesehatan bertemakan "Kita gerakkan kelurga dan masyarakat hidup sehat menuju Indonesia sejahtera.

Pembangunan keluarga harus sehat lahir batin. Khofifah meminta sebaiknya takutlah saat meninggalkan generasi lemah. Lemah ilmu dan sosial. Keluarga adalah kunci kesejahteraan masyarakat. Namun dia menyayangkan tingginya angka perceraian di Jatim.

"Mari semua bergerak bersama bahu-membahu membangun keluarga sehat jasmani dan rohani. Saya berharap kader dan PKK kita bisa menjadi influencer dengan followers banyak sehingga setiap posting selalu berdampak dalam gerakan kependudukan," harap Khofifah.

Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Bachsin menuturkan bahwa gerakan keluarga harus terencana dan terpadu dalam perspektif kesejahteraan.

"Kita harus gerakkan keluarga menjaga kehidupan yang sehat. Ini pertemuan yang luar biasa karena semua kader seluruh Jatim bertemu Sharing gagasan dan ide," kata Arumi Bachsin kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, Ketua Perwakilan BKKBN Jatim Yanrizal Makmur siap menjawab tantangan Khofifah. Meski dia sadar bahwa pegawai dan Petugas BKBN banyak yang kolonial timbang milenial.

"Kami tertantang. Memang kita harus mengikuti era dan selera warga kalau mau Program kita diterima," kata Yanrizal kepada Tribunjatim.com.

BKKBN sebenarnya punya SDM melimpah sekitar 10.000 lebih petugas. Yakni 2.133 penyuluh KB,

Kader 8.600 PPKBD di setiap daerah dan 666 kader di Sub daerah. Yanrizal akan mewajibkan YouTube dan posting ke medsos setiap program. (Faiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved