Waspadai Bunyi Berisik di Ban Depan Mobil, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Pernah mengendarai mobil dengan suara berisik glodakan semacam 'klotok klotok' di bagian roda depan. Kamu wajib periksakan understell mobilmu
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pernah mengendarai mobil dengan suara berisik glodakan di bagian roda depan.
Bunyi glodakan atau klotok klotok ini akan makin sering ketika melewati jalan berlubang adau jalan paving.
Bila mengalaminya, bisa jadi understell atau kaki kaki dari mobil ini ada sedikit masalah.
“Bisa dari long tie rod dan tie rod end sudah oblak perlu di cek dulu bagian mana yang sudah oblak,” kata Yusuf, owner bengkel understell Fajar Sidoarjo.
Tie rod terdiri atas long tie rod dan tie rod end. Pada mobil dengan sistem kemudi rack and pinion, komponen ini paling sering rusak adalah tie rod end-nya. Tugas peranti ini adalah mengikat roda, agar dapat belok kiri atau kanan.
“Bila tie rod end sudah oblak, maka tak bakal mampu memegang roda secara sempurna,” lanjutnya.
Imbasnya arah roda (toe in/toe out) bakal berubah. Dan yang terasa pada mobil adalah jalannya seakan melayang bahkan pada jalan mulus sekalipun.
Bila hanya sebelah yang rusak, maka jalan atau arah mobil bisa lari ke kiri-kanan. Tak hanya itu, saat terkena lubang jalan akan menyebabkan pergerakan setir terasa liar.
“Untuk mengetahui lebih lanjut, dengan cara dongkrak kedua atau salah satu roda depan di jalan rata, dan pastikan roda mampu berputar bebas atau tak menyentuh permukaan jalan,” lanjutnya.
Selanjutnya gerakkan roda dengan cara memegang sisi kanan dan kiri ban memakai tangan, lalu goyang-goyangkan agak kuat ke depan dan belakang.
(Khofifah Inden Beli Mobil Esemka, Dukung Pengembangan Industri Otomotif di Jawa Timur)
“Bisa dilihat saat tie rod atau long tie rod rusak, akan muncul gejala roda yang oblak. Bahkan jika sudah parah akan disertai bunyi klotok-klotok. Maka tak ada jalan lain, selain menggantinya,” tukas Yusuf.
Bengkel understell biasanya menawarkan untuk rekondisi tie rod bawaan mobil.
Namun Hal ini tidak menjamin menuntaskan masalah karena biasanyanya hasilnya hanya bertahan dalam hitungan tiga bulan.
Karena rekondisi tie rod disebabkan kinerja komponen ini yang sudah sudah kendur untuk mencengkeram ball joint.
Untuk mengencangkannya kembali, maka harus memukul bagian pada bagian samping-sampingnya.
“Kalau harus memaksa memakai rekondisi, syaratnya, lapisan teflon pada bola masih ada. Kalau sudah tidak ada dan dipaksa rekondisi hasilnya kurang bagus, yang ada besi langsung bertemu besi, dan bunyi klotok klotok,” pungkas Yusuf.
Reporter: SURYA/WIWIT PURWANTO
(Pertamina Lubricant Bikin Pelumas Sintetis Khusus Mobil LCGC, Bisa Kurangi Emisi Gas Buang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bunyi-klotok-klotok-di-bagian-depan-mobil-understell.jpg)