Eksekutor Pembunuhan Tukang Servis AC di Surabaya Dituntut 10 Tahun

Pria ini hanya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dengan hukuman penjara selama 10 tahun saat sidang di PN Surabaya.

Eksekutor Pembunuhan Tukang Servis AC di Surabaya Dituntut 10 Tahun
Surya/samsul Arifin
Terdakwa Syamsul bin Tosin lolos dari tuntutan hukuman mati. Pria ini hanya dituntut JPU Pompy Polansky dengan hukuman penjara selama 10 tahun. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terdakwa Syamsul bin Tosin lolos dari tuntutan hukuman mati. Pria ini hanya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dengan hukuman penjara selama 10 tahun saat sidang di PN Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa selaku eksekutor pembunuhan secara berencana, Setio Budiono yang bekerja sebagai tukang servis AC.

"Menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan pembunuhan berencana," ujar jaksa Pompy saat membacakan amar tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya

Syamsul membunuh Setio dengan membacok kepalanya dengan celurit. Setio dibunuh di Jalan Gembong Sawah pada 23 Desember 2017 lalu.

Rencana pembunuhan itu berawal ketika kerabat Syamsul bernama Muji mengaku pernah dibacok Setio. Muji hendak balas dendam. 

BPCB Trowulan Lihat Ada 3 Perahu Baja Bentuk Sekoci di Sungai, Perlu Evakuasi Ada Nilai Sejarah

Ban Pecah, Truk Box Muat Pakan Ayam Terguling di Tol Pandaan-Malang, Ringsek Bagian Belakang

Tompi, Kla Project dan 50 Ribu Porsi Kuliner Gratis Siap Meriahkan HUT Jatim ke 74, Catat Tanggalnya

Dia meminta bantuan kerabat dan koleganya. Salah satunya Syamsul. Empat hari menjelang pembunuhan, Syamsul di telepon Syukur, kerabat Muji untuk diajak ngopi di Giras Suramadu Jalan Tambak Wedi. Di sana sudah ada empat pelaku lain yang sudah berkumpul. Sehari setelah itu, mereka membagi peran.

"Dipilih sebagai eksekutor adalah terdakwa Syamsul dan Abdul Haris dengan menggunakan celurit dan ditentukan juga hari pelaksanaan eksekusinya," kata jaksa Pompy.

Sehari sebelum membunuh, terdakwa bersama Syukur datang ke rumah H. Faisol Amin di Jalan Kebondalem untuk meminta petunjuk. Terdakwa bersama sepuluh pelaku lain beberapa jam sebelum pembunuhan juga berkumpul di rumah Faisol untuk mematangkan niatnya.

Mereka lalu mulai turun aksi di Jalan Gembong Sawah pada pukul 17.00. Belasan pelaku menyebar. Seorang pelaku memancing korban untuk datang dengan mengajak bertransaksi di jalan itu.

Saat Setio tiba, Syamsul yang dibonceng sepeda motor membacok korban berulangkali dengan celurit hingga tewas.

Syamsul dalam pembelaannya menyesali perbuatannya. Dia meminta keringanan hukuman.

"Saya menyesal dan mohon dihukum seringan-ringannya. Ayah saya sudah meninggal dan ibu saya sudah sakit-sakitan," kata Syamsul.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved