Kebakaran Gunung Arjuno Masih Sulit Dipadamkan, Khofifah Minta Pesantren Jatim Salat Istisqo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pesantren-pesantren yang ada di Jawa Timur untuk salat istisqo memohon hujan.

Kebakaran Gunung Arjuno Masih Sulit Dipadamkan, Khofifah Minta Pesantren Jatim Salat Istisqo
ISTIMEWA
Petugas BPBD Kota Batu sedang melakukan upaya pemadaman lahan yang terbakar di kawasan Gunung Arjuno. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pesantren-pesantren yang ada di Jawa Timur untuk salat istisqo memohon hujan.

Pasalnya sampai saat ini Gunung Arjuno, Semeru, Kawi, bahkan Ijen masih berkobar lantaran kebakaran hutan dan lahan.

Untuk, bertepatan di Hari Santri, Khofifah mengajak sebanyak 6000 pesantren yang ada di Jawa Timur untuk memberi hadiah berupa salat istisqo' dengan harapan hujan segera turun memadamkan kebakaran dan membawa berkah bagi Jawa Timur.

"Penanganan karhutla Jawa Timur ini kan memang topografi areanya yang terbakar terjal. Sampai 70 derajat. Kemarin tanggal 12 kita dapat bantuan helikopter untuk water bombing. Saat ini heli yang bisa melakukan water bombing banyak dibutuhkan di daerah lain. Maka kita butuh support 1 heli untuk wilayah arjuno," kata Khofifah usai mengunjungi korban pengungsi angin kencang di Bumiaji Kota Batu, Senin (21/10/2019).

Dikatakan Khofifah, musim kemarau tahun ini begitu panjang. Dan berdampak luas di Jawa Timur. Bahkan di Gunung Ijen, akibat karhutla juga mengakibatkan penutupan jalan akses menuju blue fire.

"Kami butuh satu heli water bombing. Kalau masih bisa di-deploy (digerakkan), maka kita berharap bisa ditransfer ke Jawa Timur," ulangnya kepada Tribunjatim.com.

Khusus untuk Hari Santri yang diperingati besok, ia secara khusus mengajak santri dan para kiai untuk menggerakkan masyarakat mendirikan salat istisqo. Sebab berdasarkan salat istisqo yang dilakukan di Mapolda beberapa waktu lalu ternyata cukup berdampak positif.

Dikatakan mantan Menteri Sosial ini, usai mendirikan salat istisqo di mapolda Jatim di pagi hari, sorenya lima kabupaten dilaporkan milai mendung. Dan sehari setelahnya terjadi hujan.

BMKG Sebut Kecepatan Angin Kencang di Kota Batu Capai 80 km/jam, Faktornya Kebakaran Hutan di Arjuno

Gadis 14 Tahun di Surabaya Dirudapaksa Empat Pria, Pelaku Paling Tua Kabur

"Karena kemarau ini luas dan panjang, maka kita butuh lebih banyak kekuatan yang berkenan memberikan hadiah dengan munajat mohon hujan dengan salat istisqo di banyak titik," tegas Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Ia berharap minimal 50 persen pesantren yang ada di Malang Raya, Jember, Kediri, Jombang dan se Jawa Timur mendirikan salat istisqo maka ia optimistis Allah akan menurunkan hujan pada bumi Jawa Timur.

"Misalnya 50 persen pesantren di Jatim salat istisqo' mudah mudahan Allah turunkan hujan yang barokah. Yang bisa padamkan karhutla dan memberikan air kehidupan di Jatim," pungkas Khofifah. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved