Breaking News:

Tegaskan Setia Kawal Kiai dan NKRI, Pagar Nusa Siap Masuk Regu Pengaman Wapres Maruf Amin

Tegaskan Setia Kawal Kiai dan NKRI, Pagar Nusa Siap Masuk Regu Pengaman Wapres Maruf Amin.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Pelantikan PW Pagar Nusa Jawa Timur periode 2019-2024 di Parkir Timur Delta Plaza Surabaya, Jalan Pemuda, Minggu (27/10/2019) 

Tegaskan Setia Kawal Kiai dan NKRI, Pagar Nusa Siap Masuk Regu Pengaman Wapres Maruf Amin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa menegaskan siap menjaga ulama dan kiai.

Badan otonom milik Nahdlatul Ulama (NU) ini siap menjaga keutuhan Indonesia, sesuai dengan tujuan organisasi.

HM Nabil Harun, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa menegaskan bahwa organisasinya solid dan loyal terhadap instruksi ulama. Sebab, Pagar Nusa sebagai organisasi sayap tak akan lahir tanpa adanya NU sebagai induk organisasi.

Tegaskan Diri Jaga NKRI Lewat Kesolidan, Pagar Nusa Komitmen Perangi Radikalisme

Pesilat Pagar Nusa Keluarkan Gambar Jokowi-Maruf dari Dalam Kelapa Muda, Panitia Angkat Bicara

”Para pengurus di masing-masing tataran harus selalu berkoordinasi dengan pengurus NU di wilayah masing-masing. Pagar Nusa tidak pernah ada dan tidak pernah lahir tanpa adanya Kiai dan NU,” kata Gus Nabil pada acara pelantikan pengurus Pagar Nusa Jawa Timur, Minggu (27/10/2019).

Selain diikuti para pengurus Pagar Nusa Jawa Timur dan ribuan kader Pagar Nusa se-Jatim, acara ini juga dihadiri Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Juga Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim yang juga merupakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jatim, Supratomo.

Selain mengawal keutuhan NKRI dan kebhinekaan, Gus Nabil lantas berpesan bahwa Pagar Nusa juga wajib menjaga keutuhan NU, utamanya dengan selalu harmonis dengan banom lain. Apalagi, NU memiliki beberapa banom berbasis kepemudaan lainnya, di antaranya Ansor dan Fatayat.

”Jangan pernah merasa setara atau bahkan lebih tinggi dengan NU. Pun juga dengan sesama Banom NU yang lain, kita jangan mau dibenturkan,” katanya.

Diakui oleh Gus Nabil, momentum pemilu 2019 membuat beberapa pihak ingin NU terbelah. Di antara caranya adalah dengan mengadu sesama  kader NU.

”Dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir, NU sedang diadudomba. Tidak lain, tujuannya untuk menghancurkan NU. Salah satu antisipasinya, NU harus solid dan militan. Termasuk, Pagar Nusa juga harus militan dan satu Komando,” tegas Gus Nabil. 

Pagar Nusa harus setia mengawal keberadaan ulama dan kiai. Bahkan, Pagar Nusa siap mengawal mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kini menjadi Wakil Presiden RI KH Maruf Amin di pemerintahan.

 ”Terkait pengamanan terhadap Wakil Presiden, memang ada protokol. Namun, kami dari Pagar Nusa akan siapkan kader terbaik kalau memang diperlukan,” tegasnya.  

Untuk diketahui, menurut ensiklopedia NU, Pagar Nusa bertugas menggali, mengembangkan, dan melestarikan seni bela diri pencak silat Indonesia. Pagar Nusa dibentuk pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim. 

NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986.  Lahirnya Pagar Nusa berawal dari perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap surutnya ilmu bela diri pencak silat di pesantren

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved