40 Ribu Liter Air Bersih Didrop di Desa Kekeringan di Trenggalek

Sekitar 40.000 liter air bersih didrop di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jumat (1/11/2019).

40 Ribu Liter Air Bersih Didrop di Desa Kekeringan di Trenggalek
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Pendistribusian air bersih di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jumat (1/11/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sekitar 40.000 liter air bersih didrop di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jumat (1/11/2019).

Air bersih yang didrop dari satu mobil tangki berkapasitas 24.000 liter, dan dua mobil berkapasitas 8.000 liter.

Dari lahan luas, air dari tangki dipindahkan ke wadah-wadah besar yang diangkut pikap.
Pikap-pikap ini kemudian menyalurkan air menuju titik area sekitar rumah-rumah warga.

"Saya ke sini sekaligus ingin menggali lebih dalam apa yang dibutuhkan masyarakat untuk mengatasi kekeringan mendatang," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini kepada Tribunjatim.com.

Novita Hardini dan pejabat instansi terkait menyerahkan langsung secara simbolis bantuan air bersih itu.
Hasil dari diskusi bersama warga, kata Novita, akan disampaikan kepada bupati untuk mencari solusi jangka panjang mengatasi kekeringan.

Di Desa Wonoanti, kekeringan tahun ini merupakan yang pertama dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun lalu, seluruh desa di Kecamatan Gandusari tak mengalami kekeringan.

Bambang Haryo Pilih Maju di Pilkada Sidoarjo ketimbang Pilwali Surabaya

Soni Dewangga Akomodir 42 Wanita Bekas Talent Muncikari Vanessa Angel, Tarif Termahal Rp 100 Juta

Novita mengatakan, air bersih yang didistribusikan berasal dari urunannya dan bupati, serta bantuan dari pemerintah daerah.
Kepala Desa Wonoanti Mujianto menjelaskan, empat dusun di desa tersebut kekeringan sejak September.

Biasanya, warga mengandalkan air dari sumur-sumur di setiap rumah. Namun, kebanyakan sumur surut di musim kemarau tahun ini.

"Sekarang, warga yang kurang air sekitar 700 kepala keluarga," katanya kepada Tribunjatim.com.

Pihaknya telah beberapa kali mengajukan pengiriman air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek.

Pengiriman air itu, kata dia, berjalan saban tiga sampai lima hari sekali. Padahal, kebutuhan air bersih setiap hari.

"Dari pemerintah desa, setiap harinya mengirimkan air ke warga sekitar sepuluh pikap. Airnya dari rumah-rumah warga yang tak terdampak kekeringan," ujarnya. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved