Berita Entertainment
Mengaku Rindu dengan 'Memo' atau Mendiang Ani Yudhoyono, Annisa Pohan Bongkar Awal Pertemuan Mereka
Flashback pertemuan awal antara Annisa Pohan dan Ani Yudhoyono. Annisa sudah mengenal 'Memo' belasan tahun sebelum menikah.
Penulis: Elma Gloria Stevani | Editor: Ficca Ayu Saraswaty
TRIBUNJATIM.COM - Ani Yudhoyono memang jasadnya telah tiada dan menghilang dari dunia, namun kenangan indah bersama Ibu Ani tetap melekat terutama bagi Annisa Pohan, istri AHY.
Ani Yudhoyono, istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggal dunia pada 1 Juni 2019 karena kanker darah yang dideritanya.
• Annisa Pohan Ungkap Wasiat Terakhir Ani Yudhoyono, Karya Tentang Cucunya yang Belum Pernah Terekspos
Setiap hari Ani Yudhoyono mencatat pengobatan apa saja yang harus ia jalani, mulai dari rutin mengkonsumsi obat, mendapatkan suntikan kemo, transfusi darah, dll.
Ani Yudhoyono menjalani perawatan selama di rumah sakit di Singapura itu dengan tabah, tegar, dan penuh disiplin.
Ia juga sempat mengatakan bahwa karena pengobatan itu, Ani Yudhoyono harus ketat, sementara “diisolasi” untuk menghindari penyakit lain masuk.
Meski sudah berjuang keras melawat penyakit kanker darah tersebut, takdir berkata lain.
Ani Yudhoyono kini telah dipanggil sang Kuasa.
Keluarga di rumah Cikeas pun dirundung duka saat itu.
Bahkan hingga kini, keluarga masih selalu merindukan kehadiran Ani Yudhoyono.
• Isi Chat WhatsApp Ani Yudhoyono dan Menantu SBY, Terungkap Hubungan & Panggilannya ke Annisa Pohan
Annisa Yudhoyono, sang menantu pun ikut merasakan kerinduan yang begitu besar akan sosok Ani Yudhoyono.
Seperti dalam unggahan foto lawas yang ia bagikan lewat akun Instagramnya.
"Saya baru dikirim sebuah foto circa 2004 oleh Tante Purnomo, ini diambil di rumah Cikeas ketika awal-awal Mas Agus kenalin saya ke Memo, panggilan akrab untuk Ani Yudhoyono.
Kalau bisa mengulang waktu, Annisa ingat betul saat pertama dengan dengan suami, AHY.
Memo sebagai seorang ibu memiliki suatu kekhawatiran apakah anaknya mendapatkan pendamping yang tepat.
Agus Yudhoyono dulunya merupakan seorang prajurit maka harus memiliki istri yang bisa hidup susah dan tahan banting, kata Memo.