Gubernur Jawa Timur Khofifah Usulkan Madrasah Aliyah Jatim Rasakan Pendidikan Gratis Berkualitas
Gubernur Khofifah sedang memasukkan usulan anggaran Pendidikan gratis dan berkualitas agar bisa menyasar para siswa di Madrasah Aliyah Negeri & Swasta
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) selama ini dinikmati oleh para siswa di SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kini sedang memasukkan usulan anggaran Pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) agar bisa menyasar para siswa di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Swasta.
Sebagaimana yang terjadi sampai saat ini, para siswa di MA belum menerima Pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) lantaran masalahan kewenangan.
Madrasah Aliyah ada di bawah koordinasi Kementerian Agama.
• Suarakan Kesedihan Tanaman, Siswa Homeschooling Kak Seto Buat Perhiasan dari Lilitan Kawat
Namun hal tersebut kini sudah bisa diatasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Untuk program Pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) di Madrasah Aliyah, kita sudah sampaikan di nota keuangan. Jadi bedanya, kalau SMA SMK negeri SPP semua dicover oleh APBD. Mereka juga dapat Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP). Sedangkan kalau swasta dapat subsidi SPP," kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (4/11/2019).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa sistem Pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) di jenjang Madrasah Aliyah akan terbalik dengan TisTas yang diberikan Pemprov ke SMA/SMK Negeri.
"Nanti di Pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) untuk Madrasah Aliyah, sebaliknya. Sementara yang kita usulkan di nota keuangan RAPBD 2020, untuk Madrasah Aliyah yang Negeri full dicover instansi vertikal, berarti Kementerian Agama (Kemenag), yang swasta kita masukkan usulan untuk subsidi SPP," kata Khofifah Indar Parawansa.
Total anggaran belanja Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tahun 2020 mencapai Rp 33,7 trilliun.
Dari anggaran belanja tersebut terdapat alokasi prioritas untuk pendidikan.
Khusus untuk sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan alokasi sebesar Rp 7,188 trilliun.
Yang tersebar untuk belanja banyak program pendidikan khususnya TisTas.
"Saya ingin sampaikan, untuk mendorong IPM, kita senang sekali bahwa seluruh fraksi di DPRD punya komitmen yang sangat kuat untuk meningkatkan IPM kita. IPM itukan pendidikan, kesehatan kemudian income," tegas Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah Indar Parawansa mengatakan untuk sektor kesehatan dan pendidikan total di RAPBD 2020 dialokasikan sebanyak 35 persen.
Selain itu, ia berharap agar kabupaten kita juga memberikan alokasi kejar paket B dan C.
Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota bisa memberikan support (dukungan) dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/susul-tistas-di-smasmk-khofifah-usulkan-madrasah-aliyah-jatim-juga-rasakan-gratis-berkualitas.jpg)