Instruktur Pramuka Dituntut Kebiri Akibat Cabuli 15 Anak, Rencana Dilaksanakan 3 Tahun Setelah Bebas

Rahmat Santoso Slamet, terdakwa kasus pencabulan 15 siswa binaan extrakurikuler pramuka kini menghadapi meja hijau.

Instruktur Pramuka Dituntut Kebiri Akibat Cabuli 15 Anak, Rencana Dilaksanakan 3 Tahun Setelah Bebas
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
terdakwa Rahmat sebelum jalani sidang di PN Surabaya, Senin, (4/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rahmat Santoso Slamet, terdakwa kasus pencabulan 15 siswa binaan extrakurikuler pramuka kini menghadapi meja hijau.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuntut Rahmat dihukum penjara selama 14 tahun dan kebiri kimia.

Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung menyebutkan untuk penuntutan hukuman kebiri kimia berlaku selama tiga tahun.

"Untuk (kebiri) itu dilaksanakan setelah hukuman penjara selesai. Jadi saat terdakwa keluar tahanan," kata Richard saat dikonfirmasi, Selasa, (5/11/2019). 

(ALASAN Jaksa Tuntut Instruktur Pramuka Kebiri Kimia, Faktor Pendidik & Cabuli Siswa Selama 2 Tahun)

Selain hukuman tersebut, terdakwa Rahmat dalam tuntutannya juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 100 juta.

Apabila tidak dibayar maka hukuman ditambah (subsider) selama tiga bulan. 

Sebelumnya, beberapa pertimbangan jaksa yang memberatkan hukuman terdakwa.

Diantaranya, terdakwa merupakan seorang pendidik dan telah melakukan perbuatan cabul dalam kurun waktu beberapa tahun.

"Ironisnya, dari hasil psikologis satu di antara korbannya terindikasi untuk menjadi pelaku," terang Aspidum Kejati Jatim, Asep Mariono, Senin, (4/11/2019) kemarin. 

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved