Liga Indonesia
Saatnya Persebaya Surabaya Jadi 'Buas' Lagi di Lapangan dalam Momentum Hari Pahlawan
Tim yang bermarkas di Kota Pahlawan ini diharapkan bisa kembali buas saat momen heroik Hari Pahlawan.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Babak baru dimulai oleh Persebaya Surabaya saat Wolfgang Pikal resmi mundur dan digantikan oleh Aji Santoso, pelatih yang kental dengan pengalaman dan prestasi bersama Persebaya Surabaya.
Bagi Aji Santoso, kepercayaan yang diberikan sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya sebenarnya bukan hanya menjadi dream come true.
Posisinya sebagai pemimpin tim Persebaya Surabaya justru jadi tantangan berat untuk pembuktian kapasitasnya sebagai pelatih andal.
Catatan sebelumnya meninggalkan tim Arema FC, Persela Lamongan, dan PSIM Yogyakarta tentu bukan kisah yang menarik.
Saat inilah seorang Aji Santoso dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai pelatih.
• Putus Tren Buruk Tak Pernah Menang, Pelatih Persebaya Putri Minta Skuat Tak Buat Kesalahan Lawan PSM
• Arema FC Vs Madura United, Laskar Sape Kerrab Evaluasi Tim seusai Hasil Minor Jamu Persipura
Aji Santoso punya tanggung jawab sebagai 'pawang' baru.
Bukan pawang yang menjinakkan, tapi justru harus bisa menjadi pawang yang membuat Bajul Ijo jadi liar dan buas kembali.
Bersama coach Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi, Aji Santoso bisa merasuki para pemain Persebaya Surabaya saat ini dengan semangat juara 1996/1997.
Pembenahan sisi teknis, untuk barisan pertahanan yang mulai lambat dan longgar serta minimnya variasi serangan jadi hal penting yang segera dibenahi.
Ketajaman mencetak gol harus dipoles dalam waktu sesingkat mungkin.
• Persebaya Surabaya Ingin Lawan PSM Makassar di Sela FIFA Matchday
• Arema FC Vs Madura United, Laskar Sape Kerrab Evaluasi Tim seusai Hasil Minor Jamu Persipura
Tak perlu mengandalkan satu dua pemain tertentu agar serangan bermutu. Tak perlu mengeluh timpangnya formasi tanpa pemain kelas satu. Semua pemain Persebaya Surabaya harus bisa tampil mencetak banyak gol.
Catatan menunjukkan, bermula dari kondisi tim yang timpang karena pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia dan terpaan cedera, grafik permainan secara tim Persebaya Surabaya mulai menurun.

Parahnya, tim seolah nyaman dengan kondisi minim gol, puas dengan hasil draw, dengan berlindung pada alasan absennya Irfan Jaya, Osvaldo Haay, Otavio Dutra, atau pemain pilar lain.
Kini semua harus berubah.
Persebaya Surabaya sekarang harus mencetak banyak gol.