Bank Commonwealth Sebut Pendampingan Bisnis Penting Bagi Pengembangan UKM di Indonesia
Pendampingan bisnis bagi pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Commonwealth mengatakan pendampingan bisnis bagi pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia berperan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik.
Corporate Affairs & Legal Bank Commonwealth, Leila Djafaar mengatakan Indonesia masih terjebak dalam pertumbuhan ekonomi 5 persen.
"Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi di banyak negara, Indonesia masih terjebak dalam pertumbuhan 5 persen," kata Leila Djafaar, Rabu (6/11/2019).
• Akhirnya Dibongkar, Garasi Mobil Personel Duo Semangka di Malang yang Sempat Jadi Sorotan
Leila Djafaar menjelaskan, agar ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen, sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat menjadi salah satu kontributor pertumbuhan dengan mendorong kenaikan omzet Usaha Kecil Menengah (UKM).
"Kenaikan omzet ini bisa terjadi jika ada pendampingan bisnis yang berkelanjutan," ujarnya
Corporate Affairs & Legal Bank Commonwealth, Leila Djafaar menerangkan, bahwa Bank Commonwealth bersama Mastercard dan Mercy Corps Indonesia memiliki platform MicroMentor untuk pendampingan bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) secara digital.
• Munculnya Calon Independen di Pilwali Surabaya Penting, Pengamat: Agar Parpol Tak Main Petak Umpet
"Dengan adanya pendampingan bisnis seperti MicroMentor, Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa makin berkembang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga lebih dari 5 persen," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/leila-djafaar-selaku-chief-of-marketing.jpg)