Breaking News:

Tegarnya Orang Tua Siswa Ambil Tas & Sepatu di SDN Gentong, Demi Pulihkan Mental si Anak yang Luka

Tegarnya Orang Tua Siswa Ambil Tas & Sepatu di SDN Gentong Pasuruan, Demi Pulihkan Mental si Anak yang Luka.

SURYA/GALIH LINTARTIKA
Ila, orang tua siswa yang menjadi korban jatuhnya empat atap kelas di SDN Gentong 

Tegarnya Orang Tua Siswa Ambil Tas & Sepatu di SDN Gentong, Demi Pulihkan Mental si Anak yang Luka

TRIBUNPASURUAN.COM, PASURUAN - Ila datang kembali ke SDN Gentong di Jalan KH Sepuh No. 49 Kelurahan Gentong Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Rabu (6/11/2019) pagi.

Ia adalah orang tua siswa yang menjadi korban jatuhnya empat atap SDN Gentong Pasuruan ambruk, Selasa pagi.

"Saya tadi mau ambil tas dan sepatu anak saya. Ternyata dilarang, tidak diperbolehkan sama satpam," kata Ila kepada TribunJatim.com.

Kelas Darurat Disiapkan Pasca Ambruknya Atap SDN Gentong Kota Pasuruan hingga Telan Korban Jiwa

Aktivitas Sekolah Diliburkan, Warga Ramai Ingin Melihat Kondisi Terkini SDN Gentong Pasuruan

Atap SDN Gentong Pasuruan Ambruk hingga Menelan Korban, Menteri Hingga UNICEF Kirim Karangan Bunga

Ila menjelaskan, sepatu dan tas anaknya ini akan diambil untuk mengurangi rasa trauma anaknya. Ia menyebut, anaknya menjadi salah satu korban langsung jatuhnya atap kelas ini.

"Anak saya duduk di kelas 2B. Tepat di kelas yang atapnya pertama kali jatuh. Bangkunya sejajar dengan bangku Irza Almira," kata dia.

Ia menyampaikan, berdasarkan pengakuan anaknya, anaknya bisa selamat setelah sembunyi di bawah bangku.

"Katanya, dia langsung sembunyi di bawah bangku. Anak saya takut sekali. Tapi, saya tetap bersyukur karena anak saya masih selamat," urai dia.

Menurut Ila, kondisi anaknya sekarang masih dalam tahap pemulihan. Ia mengaku kesulitan karena anaknya sangat trauma. Bahkan, anaknya sudah tidak mau sekolah lagi.

"Ini lagi saya rayu dan saya bujuk agar tidak takut untuk sekolah lagi. Saya tetap akan memberikan terapi agar kondisi mental dan psikologisnya pulih seperti semula," tambah dia.

Ia pun sangat sedih melihat kondisi anaknya yang seperti ini. Ia tidak tega. Maka dari itu, ia pun merelakan tidak masuk kerja hari ini.

"Saya hanya ingin anak saya pulih. Makanya saya mau ambil sepatu dan tas yang masih tertinggal , saya bujuk agar anak saya tidak trauma dan mau sekolah lagi," jelasnya

Disampaikannya, anaknya mengalami luka di punggung, dada dan tangannya. Posisi anaknya sekarang di rumah.

"Mudah - mudahan pihak sekolah tidak memaksakan anak untuk sekolah dulu, biar mental anak - anak ini kembali dan traumanya hilang," pungkas dia

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved