Terdampak Polusi Batu Bara, Warga Gresik Minta Usaha Bongkar Muat Batu Bara Segera Relokasi

Warga terdampak polusi debu batu bara di wilayah Kecamatan Gresik protes meminta usaha bongkar muat batu bara di Pelabuhan Gresik dipindahkan, Kamis

Terdampak Polusi Batu Bara, Warga Gresik Minta Usaha Bongkar Muat Batu Bara Segera Relokasi
sugiyono/surya
Warga Kecamatan Gresik yang terdampak polusi batu bara protes ke PT GJT untuk segera relokasi, Jumat (8/11/2019). 

Warga juga mengancam akan terus berunjuk rasa, sampai tuntutan dipenuhi.

"Kita akan sampaikan ini ke DPRD, Bupati dan Gubernur," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Namun, perwakilan Direktur PT GJT Edy Hidayat, mengatakan, bahwa kewenangan kapal tongkang bersandar di Pelabuhan Khusus PT GJT karena ada persetujuan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik.

Selain itu, sampai saat ini belum ada pelabuhan khusus yang bisa menampung dengan baik usaha bongkar muat batu bara.
"Memang dulu ada kesempatan bahwa jika JIIPE sudah beroperasi, usaha bongkar muat batu bara pindah ke JIIPE. Tapi pengalihan bukan kewenangan Jasatama, yang punya kewenangan adalah KSOP. Dan jika dipindahkan ke JIIPE belum tentu untuk kepentingan batu bara," kata Edy kepada Tribunjatim.com.

Menurut, Edy dampak untuk rasa masyarakat secara ekonomi sangat berdampak. Sebab, batu bara seperti sebuah bahan bakar, sehingga sangat dibutuhkan oleh industri.

"Banyak perusahaan yang membutuhkan batu bara. Sehingga, secara ekonomi sangat berdampak," imbuhnya.

Termasuk jika benar-benar harus berhenti, menurut Edy ada 200 pekerja di PT GJT yang terancam putus kerja. Termasuk para sopir truk.

"Padahal selama ini sudah berupaya dengan memasang jaring penahan, penyiraman, memberi tanda arah angin, jika ke warga kita hentikan operasi. Ada CSR dan pemberian pelayanan kesehatan gratis," katanya. (/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved