ISNU : Ada Pekerjaan Rumah untuk Menristek Bambang Brodjonegoro

(ISNU) Jawa Timur, KH Zahrul Azhar Asad menilai Menristek Bambang Brodjonegoro mempunyai pekerjaan rumah yang besar untuk dunia pendidikan tinggi

ISNU : Ada Pekerjaan Rumah untuk Menristek Bambang Brodjonegoro
sofyan arif candra /Tribunjatim
Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, KH Zahrul Azhar Asad 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, KH Zahrul Azhar Asad menilai Menristek Bambang Brodjonegoro mempunyai pekerjaan rumah yang besar untuk dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Gus Hans, sapaan akrab Zahrul Azhar Asad mengungkapkan Menristek harus bisa mensinergikan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Jangan sampai dunia kampus ini tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kita membutuhkan ilmu terapan dan informasi yang  langsung dibutuhkan oleh masyarakat dan perusahaan sehingga bisa meyerap tenaga kerja," ucap Gus Hans, Sabtu (9/11/2019).

Di tengah era disrupsi seperti ini, menurut Gus Hans lapangan pekerjaan semakin menyempit karena banyak tenaga manusia yang diganti dengan teknologi.

"Maka dibutuhkan betul kampus-kampus yang  bisa memberikan kemampuan yang kuat pada calon sarjana dan menjadi orang yang bisa terus eksis di dunia Disrupsi. Intinya harus bisa mendekatkan dunia riset dengan dunia nyata," ucap Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini.

Pemilihan Duta ISNU Jawa Timur Diikuti Ratusan Pemuda dari Pelosok Jatim

Kasus Pembunuhan di Jember, Cerita Busani Perihal Surono Dibantah oleh Istri Bahar

Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) ini juga menilai dunia pendidikan tinggi juga masih terancam dengan adanya radikalisasi di lingkungan kampus.

"Ini juga penting, civitas akademika memiliki pemikiran yang sama untuk konsen ke deradikalisasi di kampus karena mahasiswa ini fluktuatif ada titik iman yang sedang naik dan ada yang turun. Ketika iman mereka sedang naik dan bertemu teman yang mempunyai paham yang salah akan ikut salah," lanjutnya.

Masalah tersebut, menurut Gus Hans bukan hanya tugas dari Kementerian maupun civitas akademika.

Namun juga organisasi islam besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

"Termasuk orang-orang Pesantren dan lulusan pesantren, jangan malu untuk menjadi orang yang aktif di kampus karena kalau malu maka akan diisi oleh orang-orang yang radikal," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved