Musim Pancaroba di Jawa Timur Diwarnai Banyak Angin Kencang, BPBD Sebut Sifatnya Merusak
Musim pancaroba di Jawa timur diwarnai banyak angin kencang. BPBD menyebut angin tersebut bersifat merusak
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Musim pancaroba di Jawa Timur yaitu musim kemarau ke musim hujan diwarnai banyak angin kencang yang sifatnya merusak.
Hal itu juga mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di tujuh gunung di Jatim. Antara lain Gunung Kawi, Bromo, Arjuno dll dengan luas lahan terbakar mencapai 40.000 hektare.
"Angin kencang itu sifatnya merusak dengan kecepatan 45 km per jam," jelas Subhan Wahyudiono ST MM, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur pada wartawan seusai memberikan kuliah tamu di Aula ITN Malang, Senin (18/11/2019).
Termasuk juga angin puting beliung seperti di Desa Sumberbrantas di Kota Batu.
• Angin Puting Beliung Kembali Terjang Jember, 2 Rumah Warga Desa Biting Roboh hingga Pohon Tumbang
Angin itu membawa debu tanah sehingga membuat warga diungsikan karena bisa membuat sesak nafas.
Kejadian serupa juga terjadi di Tuban, Lamongan dll pada 9-11 Oktober 2019 lalu sehingga mengakibatkan banyak rumah rusak.
"Bencana itu gak bisa diprediksikan datangnya. Namun selalu ada bencana yang "berulang tahun". Misalkan saja Gunung Sinabung di Sumatera yang sudah 200 tahun tidak aktif, tapi kini erupsi," katanya.
• BPBD Minta Warga Jember Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Besok, Hujan Deras & Angin Kencang Mengintai
Karena itu sebagai tindakan preventif menghadapi bencana, sudah terbentuk 612 desa/kelurahan tangguh bencana di Jatim. Sedang jumlah desa/kelurahan ada 2742.
Ia berharap sisanya bisa diselesaikan tahun depan sehingga semua desa/kelurahan sudah tangguh bencana.
"Karena 35 persen itu saat ada bencana adalah kemampuan diri sendiri. Sehingga tahu bagaimana menyelamatkan diri saat ada bencana. Jika tidak pernah latihan, bagaimana bisa menyelamatkan diri. Karena itu sekarang anak-anak SD sudah banyak berlatih bagaimana menyelamatkan diri saat ada bencana yang diedukasikan lewat lagu," kata Subhan.
• Angin Kencang Kembali Terjang Desa Sumber Brantas, Jalur Kota Batu dari Arah Mojokerto Ditutup
Bentuk preventif lainnya adalah mengajak perguruan tinggi untuk melakukan KKN di daerah rawan bencana sehingga bisa membantu masyarakat mengenai kebencanaan. Saat ada bencana bagaimana.
"Kami sudah ada MoU dengan 40 perguruan tinggi," kata dia.
Biasanya perguruan tinggi akan koordinasi saat KKN tematik ke pihaknya sehingga bisa dipilihkan lokasinya.
Sedang Sekda Lombok Tengah Dr HM Nursiah SSos MSi dalam kuliah tamu itu juga menjelaskan soal bencana gempa yang melanda wilayahnya beberapa waktu lalu.
• Kabupaten Tuban Mulai Diguyur Hujan dalam Dua Hari Terakhir, BMKG: Ini Masuk Pancaroba
Dari data validasi rumah rusak berat mencapai 2849. Dan rusak ringan sebanyak 10.174.