Sungai Kampung Pinggir Kanal Banyuwangi, Dulu Dikenal Penuh Sampah Kini Tempat Budidaya Ikan Tawar

Mengenal sungai Kampung Pinggir Kanal Banyuwangi, dulu dikenal penuh sampah kini menjadi wisata air hingga budidaya ikan air tawar.

Sungai Kampung Pinggir Kanal Banyuwangi, Dulu Dikenal Penuh Sampah Kini Tempat Budidaya Ikan Tawar
ISTIMEWA
Sungai Kampung Pinggir Kanal, dulunya dikenal penuh sampah kini menjadi wisata air hingga budidaya ikan air tawar. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sungai Kampung Pinggir Kanal (Pingkan) dulunya dikenal penuh sampah.

Banyak masyarakat yang buang sampah dan buang air besar di sungai yang mengalir di antara dua dusun, yakni Dusun Krajan dan Dusun Kepatihan, Kecamatan Cluring tersebut.

Kini sungai yang dikenal dengan Dam BCL 5 tersebut dijadikan wisata air, sentra kuliner, dan budidaya ikan air tawar.

Alas Purwo Geopark Green Run Kembali Digelar Banyuwangi, Pelari Bakal Disuguhi Hawa Segar Hutan

Melalui Cipta Wisata Tebar Ikan Terkendali (Barkanli), Banyuwangi ingin memperkenalkan destinasi wisata yang dibuat berdasarkan kesadaran masyarakatnya tersebut.

“Kami atas nama Pemkab Banyuwangi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan warga Desa Cluring, termasuk kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas)-nya. Kami bangga memfasilitasi kegiatan yang berasal dari masyarakat ini. Warga di sini luar biasa. Ini akan jadi destinasi wisata baru yang prospeknya menjanjikan,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakam dulu tempat ini kumuh, masyarakat sering buang sampah dan buang air besar sembarangan di sini.

4 Stasiun Kereta Api di Jawa Timur yang Namanya Diganti, Banyuwangi Baru Jadi Stasiun Ketapang

"Dengan diubah menjadi tempat wisata dan lokasi penebaran ikan secara terkendali, maka otomatis warga akan ikut menjaga kebersihan sungai,” ujarnya.

Selain wisata air dan sentra kuliner, sungai ini juga bisa dijadikan tempat pemancingan, budidaya ikan air tawar, wisata transportasi air (dikayuh), terapi ikan, dan pusat kebudayaan.

Dalam acara tersebut ditebar 3.000 bibit ikan nila dan tombro, serta penanaman 25 pohon cemara udang di tepian sungai.

Anas berharap dengan menjadi destinasi wisata perekonomian warga juga akan turut meningkat.

Pendaftaran CPNS 2019 Pemkab Banyuwangi Resmi Dibuka, Butuh 270 Formasi, Syarat IPK Minimal 3,5

"Banyak yang bisa dimanfaatkan di sini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," kata Anas.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Hari Cahyo Purnomo, mengatakan potensi perikanan budidaya di kawasan ini merupakan salah satu upaya restocking terhadap potensi perikanan Banyuwangi.

“Ini adalah upaya restocking, agar persediaan ikan di Banyuwangi aman. Sebelumnya Banyuwangi sudah punya gerakan Masyarakat Pangan Mina Lestari (Gema Pamili) menuju eko wisata. Kami ingin terus kembangkan di semua sektor, baik di perikanan laut, pantai maupun darat. Di darat ada potensi barkanli semacam ini yang bisa dikembangkan,” kata Hari.

“Kami tebar 3000 bibit ikan nila dan tombro di sepanjang sungai ini. Saat debit air tinggi di bulan Desember nanti, kami akan tebar kembali 12.000 bibit. Total 15.000 bibit, sedangkan penanaman cemara udang, akan kami genapkan hingga mencapai 100 batang pohon,” tambah Hari. (Surya/Haorrahman)

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dipermak Jadi Destinasi Wisata Ikonik, Pembangunan Dimulai April 2020

Penulis: Haorrahman
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved