PLN Madiun Akan Melakukan Mediasi Terkait Pemasangan Tiang Beton Tak Berizin di Sawah Warga

Pihak PLN rencananya akan melakukan mediasi antara pemohon dengan dua petani pemilik lahan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun

PLN Madiun Akan Melakukan Mediasi Terkait Pemasangan Tiang Beton Tak Berizin di Sawah Warga
(Surya/Rahadian bagus)
Dua petani meminta PLN mencabut tiang beton di areal persawahan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, karena dipasang tanpa izin mereka. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Pihak PLN rencananya akan melakukan mediasi antara pemohon dengan dua petani pemilik lahan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang keberatan sawahnya dipasangi tiang beton oleh PLN, sekitar Agustus 2019, lalu.

"Tadi saya sudah minta kepada ULP Dolopo untuk mengkoordinasikan dengan beberapa pihak. Jadi kami akan memediasi dari pihak pemohon dengan warga pemilik lahan, mencari bagaimana penyelesainnya. Tapi saya belum daoat laporan lagi, agenda pertemuannya kapan, dan sebagainya," kata Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Toa Situmorang, saat dikonfirmasi, Rabu (20/11/2019) sore.

Dia mengatakan, pemasangan tiang beton di areal persawahan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun oleh PLN, berdasarkan permintaan kelompom tani. Namun, dia tidak dapat menyebutkan kelompok tani apa yang meminta pemasangan listrik, sehingga mengharuskan PLN memasang tiang beton sebagai pemancang kabel.

"Memang itu permohonan atas nama kelompok tani, tapi saya nggak tahu juga nama kelompok taninya, saya belum mendapatkan informasi lebih detail, cuma kata manager ULP-nya tadi atas nama kelompok tani. Pasti pompa air, tapi saya belum mendapatkan detailnya lagi," katanya kepada Tribunjatim.com.

Dua petani di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupateb Madiun, kaget karena di sawah mereka tiba-tiba dipasangi 13 tiang beton. Tiang beton milik PLN tersebut sudah terpasang sejak Agustus 2019.

Kepergok Konsumsi Sabu, Buruh Pabrik Sidoarjo Diringkus Polisi, Ngaku Buat Jaga Stamina saat Kerja

Kakek Sebatangkara di Jombang ini Ditemukan Tewas Membusuk

Syahrini Dikabarkan Tengah Berbadan Dua, Cakra Khan: Sudah Ada Reino Barrack, Itu Bukan Ranah Saya

Seorang petani, bernama Samiran (67) warga RT14/RW03, Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun mengaku, tidak ada pihak yang meminta izin terkait pemasangan tiang beton di sawahnya.

"Tidak ada pemberitahuan, tahu-tahu langsung dipasang. Nggak ada izin dari saya," kata Samiran, saat ditemui di rumahnya, Selasa (19/11/2019) siang.

Dia mengatakan, saat pemasangan tiang dirinya berada di lokasi dan sudah menanyakan terkait dengan izin pemasangan tiang di sawahnya, namun tidak ada jawaban yang tegas.

"Saat pemasangan saya di lokasi, saat saya tanya, katanya mereka cuma disuruh kontraktor," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Samiran mengatakan, keberadaan sebanyak tujuh tiang beton di areal sawahnya tentunya akan mengurangi luas sawah yang dapat ditanami padi. Selain itu, dirinya khawatir bila tiang beton itu mengalirkan listrik ke sawahnya saat terjadi hujan.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved