Penculikan Siswa di Sidoarjo

Dua Kasus Penculikan Anak Terjadi di Waru Sidoarjo dalam Seminggu, Modus dan Motifnya Beda?

Dua Kasus Penculikan Anak Terjadi di Waru Sidoarjo dalam Seminggu, Modus dan Motifnya Beda?

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
NP (11) didampingi kedua orang tuanya saat ditemui TribunJatim.com, Kamis (21/11/2019). 

"Tapi saya tolak karena takut terlambat sekolah. Akhirnya pengendara motor langsung menodongkan pisau dapur ke saya menyuruh agar masuk ke dalam mobil," jelasnya.

Tiba-tiba handphone pengendara motor yang menodongkan pisau berbunyi dan membuat pisau yang dibawa pelaku diletakkan dan mengangkat handphonenya.

"Saya langsung kabur dan lari ke arah pasar. Terus sembunyi di ruko Jalan Tambak Sawah. Setelah cukup aman, saya langsung kembali ke rumah," tandasnya.

Sebelumnya, kasus penculikan juga terjadi di Waru, Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Percobaan penculikan siswi 10 tahun di Sidoarjo terjadi di Jalan Kolonel Sugiono No. 59, Desa Wedoro, Kecamatan Waru.

Korban yang berinisial FS (10), siswi kelas 4 A Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU, Wedoro, Sidoarjo nyaris menjadi korban penculikan.

Guru wali kelas 4 A MI NU Yuli Yanti membenarkan hal tersebut.

"Iya memang benar ada peristiwa itu. Kejadiannya itu terjadi pada Sabtu (16/11/2019) lalu sekitar pukul 10.20 usai pulang sekolah. Dan pihak sekolah baru mendapat informasinya hari ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (18/11/2019).

Dirinya menjelaskan korban yang juga muridnya itu pulang dari sekolah berjalan kaki menuju ke rumah. Sedangkan jarak rumah FS dengan sekolah sendiri sekitar 500 meter.

"Saat berjalan kaki, tepat di depan gerbang sekolah TK Muslimat yang dekat dengan sekolah MI, korban ini didatangi pengendara ojek online dari arah utara ke selatan. Pengendara ojek online ini lalu bertanya ke korban nama kamu siapa dan kelas berapa, mama kamu pesan ojek online ayo naik," jelasnya.

Korban pun merasa ketakutan dan berlari ke arah Balai Desa Wedoro yang bangunannya bersebelahan dengan TK Muslimat.

Disana korban bersembunyi di antara kerumunan pelajar lainnya sambil menunggu pengendara ojek online itu menghilang dari lokasi.

Setelah dirasa aman, korban pun lantas melanjutkan pulang berjalan kaki ke rumahnya.

Mendapat laporan bahwa salah satu muridnya nyaris menjadi korban penculikan, pihak sekolah langsung mensosialisasikan kepada para siswa agar berhati hati dan waspada terhadap orang asing yang tak dikenalnya.

"Tadi sudah kita kumpulkan semua siswa untuk dihimbau agar hati hati ketika pulang dari sekolah dan jangan mau diajak oleh orang asing yang tak dikenalnya. Rencananya dalam waktu dekat, kita kumpulkan semua wali murid untuk diberikan himbauan yang sama dan lebih memperhatikan anaknya ketika pulang sekolah," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved