Penganiayaan Anak di Surabaya

Anak Empat Tahun Diduga Dianiaya, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Periksa Dua Saksi

Langsung melakukan penyelidikan atas dugaan penganiayaan bocah berinisial JA (4), Kanit Satreskrim Polrestabes Surabaya punya dua saksi diperiksa.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni saat menunjukkan barang bukti panti pijat plus-plus Miracle Spa and Message di Jalan Trenggilis Surabaya, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Usai berkoordinasi dengan unit reskrim Polsek Gubeng Surabaya, unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan penganiayaan seorang bocah berinisial JA (4) warga Pacar Kembang Surabaya.

Kanit PPA, Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni langsung menerjunkan anggotanya dan memeriksa saksi-saksi.

"Ada dua saksi yang masih kami periksa saat ini, saksi pelapor dan saksi dari rumah sakit," kata Ruth, Sabtu (30/11/2019).

BREAKING NEWS - Anak Empat Tahun Dibawa ke Dr Soetomo Karena Keracunan, Dokter Terkejut Ada Lebam

VIRAL Anak Diperkosa Ayah Tiri & Disaksikan Ibu Kandung, Pelaku Dihajar Warga, Pengakuan Korban Pilu

Meski demikian, Ruth masih belum dapat memberikan informasi lebih jauh terkait proses pemeriksaan saksi atas laporan dugaan penganiayaan JA itu kepada awak Tribunjatim.com.

"Masih kami dalami. Tunggu ya. Yang pasti akan ada beberapa orang lagi yang akan kami periksa sebagai saksi," singkatnya.

Sebelumnya, JA diantar oleh kedua orang tuanya ke IRD RSUD Dr Soetomo Surabaya dengan dugaan keracunan obat, Jumat (29/11/2019) malam. Sebab, beberapa bagian tubuh JA telihat menghitam.

BREAKING NEWS - Dibawa ke IRD Dr Soetomo Karena Keracunan, Anak Empat Tahun Mengigau Ampun Budhe

Siapkan GBT Jadi Venue Piala Dunia U-20, Tri Rismaharini Turun Tanam 1.000 Pohon Tabebuya

Setelah mendapat pemeriksaan dokter, JA dinyatakan tak mengalami keracunan obat. Bahkan dokter menemukan fakta medis bahwa JA mengalami beberapa luka lebam hingga menghitam di bagian tubuhnya.

Tak lama, saat dalam perawatan, orang tua JA sempat ingin membawa anaknya pulang. Namun, dokter yang sudah lebih dulu berkoordinasi dengan kepolisian mencegahnya.

Jelang Hadapi Madura United, Pelatih Persebaya Benahi Finishing

Gelar Fintech Exhibition 2019, AFPI Dukung Pemerataan Literasi Keuangan Digital di Indonesia

JA pun tetap dilakukan perawatan. Saat dirawat, dokter menyatakan beberapa kali JA mengigau dengan menyebut "Ampun Budhe".

Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap anak dibawah umur itu. (SURYA.co.id/Firman Rachmanudin)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved