PMK Jombang 'Panen' Tawon Ndhas, Hari Ini Evakuasi 4 Sarang

Keberadaan sarang tawon mengganggu kenyamanan warga Jombang.Sebanyak empat sarang lebah atau tawon jenis 'vespa affinis', dievakuasi PMK

PMK Jombang 'Panen' Tawon Ndhas, Hari Ini Evakuasi 4 Sarang
Surya/Sutono
Petugas BPBD Jombang saat mengevakuasi sarang lebah di rumah milik Feri warga Desa Gambiran, Mojoagung, Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Keberadaan sarang tawon mengganggu kenyamanan warga Jombang.
Sebanyak empat sarang lebah atau tawon jenis 'vespa affinis', dievakuasi Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, sepanjang hari ini, Senin (2/12/2019).

Sarang tawon jenis vespa affinis (yang awam menyebutnya dengan tawon ndhas), yang sengatannya bahkan bisa mematikan ini, rata-rata sudah berukuran cukup besar dan berada di tengah permukiman warga.

"Hari ini ada empat titik, laporan warga yang minta dilakukan evakuasi sarang tawon ndas. Yakni di Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Jombang Kota," terang petugas BPBD Jombang Muhammad Zainudin.

Evakuasi sarang lebah dimulai petugas PMK Jombang ini di rumah milik Feri (35), warga Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung.

Evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Sebab, letak sarang tawon yang cukup tinggi berada di atap rumah. Ini membuat petugas bersusah-payah memanjat menggunakan tangga panjang.

Petugas juga terlihat kesulitan saat memanjat tangga, karena membawa peralatan lengkap dan cukup berat, sehingga pergerakan petugas tidak leluasa.

Setelah berhasil naik dengan peralatan yang lengkap, termasuk baju tahan api, petugas lantas menyemprot sarang tersebut dengan kombinasi cairan obat campuran berupa insektisida, detergen dan beberapa bahan campuran kimia lain.

Madura United Vs Persebaya, Aryn Williams Optimistis Bajul Ijo Bisa Berikan Hasil Terbaik

Polda Jatim Bongkar Komplotan Penyelundup Benih Lobster Antar Negara, Omset Rp 1.5 Miliar

Kesulitannya saat naik tadi, menurut Muhammad Zainudin, selain karena membawa perlengapan cukup berat, juga tidak ada pegangan dan sandaran untuk tangga di atas.

"Jadi harus pakai tali pengaman untuk mengikat badan. Kami akan lebih kesulitan lagi jika lubang pada sarang tawon ini jumlahnya lebih dari satu. Tapi syukurlah cuma satu dan akhirnya berhasil kami ambil," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Zainudin mengakui dalam dua pekan terakhir ini BPBD banyak menerima aduan masyarakat yang meminta petugas melakukan evakuasi sarang lebah.

Dalam kurun dua pekan ini, tercatat sudah enam laporan warga yang diterima petugas. Beberapa di antaranya sudah dilakukan evakuasi.

"Benar ada enam dalam dua minggu ini, ini mungkin rasa takut warga karena diberitakan di media ada korban jiwa, sehingga mereka khawatir ini akan membahayakan keluarganya," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

"Setelah ini kami ke Kesamben, Ngoro lalu ke Banjarkerep Kecamatan Jombang Kota," pungkasnya.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved