Bocah 4 Tahun Tewas Minum Obat di Madiun

BREAKING NEWS: Dibawa ke Rumah Sakit, Bocah 4 Tahun di Madiun Meninggal Dunia Setelah Minum Obat

Muhammad Noval Muhtarom asal Kabupaten Madiun meninggal diduga akibat kesalahan dalam pemberian obat.

BREAKING NEWS: Dibawa ke Rumah Sakit, Bocah 4 Tahun di Madiun Meninggal Dunia Setelah Minum Obat
SURYA.CO.ID/RAHADIAN BAGUS
Kapolsek Wungu, AKP Nugroho bersama orangtua korban. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang balita bernama Muhammad Noval Muhtarom (4) warga RT 13/RW 02, Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun meninggal dunia.

Muhammad Noval Muhtarom meninggal diduga akibat kesalahan dalam pemberian obat.

"Tadi pagi, kami mendapat laporan dari Kades Nglambangan, ada anak yang meninggal. Dugaan sementara, anak ini sakit panas, kemudian diperiksakan di Klinik Wahyu Husada, kemudian diberi obat, setelah minum obat, timbul bintik-bintik, kulitnya melepuh kecil-kecil," kata Kapolsek Wungu, AKP Nugroho, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/12/2019) pagi.

Karena sakitnya semakin parah, orangtua korban kemudian membawa Muhammad Noval Muhtarom kembali ke Klinik Wahyu Husada.

Sepulang dari klinik, luka melepuh di Klinik Wahyu Husada korban semakin membesar.

Whisnu Sakti Buana Yakin Dapat Rekomendasi dari PDIP untuk Maju Pilwali Surabaya 2020

"Kemudian, hari Senin (2/12/2019), korban dibawa ke RS Santa Clara. Pada Rabu (4/12/2019) pagi, sekitar pukul 04.00, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," katanya.

AKP Nugroho mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu Tim Inafis Polres Madiun untuk melakukan identifikasi luka pada korban.

Sementara, orangtua korban, Heri melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Madiun.

Kisah Pilu Dina Oktavia #5, Pemkot Surabaya Pastikan Intervensi Bantuan Kesehatan dan Psikolog

"Kami belum bisa menyimpulkan, masih menunggu proses dari Tim Inafis Polres Madiun, saat ini sedang meluncur ke sini," imbuhnya.

Sementara itu, kakek korban, Samiun (57) mengatakan, cucunya awalnya mengalami demam. Setelah itu, orangtua korban membawanya ke klinik Wahyu Husada, Desa Dimong, Kecamatan Madiun.

"Awal sakit Sabtu (30/11) sakit oanas, hari Minggu (31/11/2019) dibawa ke klinik jam lima pagi. Sampai rumah, dikasih obat, nggak ada reaksi, pukul 14.00 WIB dibawa ke klinik lagi, dikasih obat lagi, malah keluar bintik-bintik di sekitar mulut. Kemudian dibawa ke sana lagi, hari Senin (1/12/2019) dibawa ke klinik, di suruh ngaamar, dari pagi jam 12.00 hingga 18.00 diinfus di sana. Tapi sakitnya semakin parah, kemudian dicabut, dibawa ke RS Santa Clara," katanya.

Kisah Pilu Dina Oktavia #2, Banjir Perhatian, Dina Bersyukur Dapat Fasilitas Rusun Gratis

Dia menuturkan, berdasarkan cerita ibu korban, hampir separo kulit tubuh korban melepuh. Separo badan, mulai perut ke atas hingga wajah melepuhn

"Kulitnya, melepuh, kalau dipegang kulitnya mengelupas. Bagian dada depan gosong, di punggung juga melepuh," katanya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved