Angin Kencang Sapu Sebagian Wilayah Magetan, 44 Rumah di 7 RT Rusak

Angin kencang yang berhembus menjelang sore di sebagian wilayah Magetan mengakibatkan 44 rumah di tujuh rukun tetangga (RT) Desa Ngiliran

Surya/ Doni Prasetyo
Rumah warga di tujuh rukun tetangga (RT) di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan rusak ringan sampai sedang, diterjang angin. Tidak hanya itu, empat pohon tua berukuran besar juga roboh di hembus angin. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Angin kencang yang berhembus menjelang sore di sebagian wilayah Magetan mengakibatkan 44 rumah di tujuh rukun tetangga (RT) Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten magetan rusak ringan dan sedang. Tidak hanya itu, empat pohon berukuran besar juga ambruk.

Angin kencang yang menyapu wilayah lereng Utara Gunung Lawu itu terjadi sebelum hujan turun. Angin yang berhembus sekitar lima menit itu sempat membuat warga di Desa Ngiliran ketakutan.

Atap rumah yang terbuat dari genteng tanah, galvalum, dan seng klontung berterbangan setinggi kurang lebih 20 meter. Warga pemilik rumah berhanburan keluar rumah dan mencari tempat berlindung dari meterial atap yang dihempaskan angin.

"Biasanya angin berhembus bersamaan dengan jatuhnya air hujan. Tapi kali ini, angin kencang ini berhembus sebelum datangnya hujan," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra kepada Surya, Kamis (5/12).

Dikatakan Fery, meski hembusan angin begitu kencang, tidak sampai terjadi rumah roboh disapu angin yang berhembus dari arah Gunung Lawu meluncur ke bawah.

Malang Dilanda Hujan Es, Warga Sampai Batal ke ATM saat Lihat Anginnya Kencang Disertai Kabut

UPDATE Penemuan Mayat Perempuan Membusuk Dalam Kamar Kos Pria di Gresik, Polisi Temukan Penghuni Kos

Laka Maut di Lumajang, Pengemudi Yaris Tewas Setelah Mobilnya Tertembus Beton Tiang Listrik

"Kerusakan akibat yang ditimbulkan angin kencang itu tidak sampai membuat rumah warga ada yang ruboh. Kerusakan ketegori ringan sampai sedang," jelas mantan putra pentolan PDIP Magetan ini kepada Tribunjatim.com.

Hingga hari menjelang malam, dari rumah yang rusak ringan sampai sedang ini dari 44 rumah, kurang lebih 20 rumah sudah berhasil dibenahi kembali. Sehingga saat hujan turun, rumah rumah itu sudah bisa ditempati.

"Kurang lebih 50 persen rumah yang terdampak, sudah dikerjakan secara swadaya dan kerjabakti yg dilakukan oleh lingkungan masyarakat sekitar," jelas Fery Yogo Saputra kepada Tribunjatim.com.

Menurut Fery, tenaga sukarelawan yang bekerja gotong royong memperbaiki rumah milik warga itu, diantaranya perangkat desa, Tim TRC PB BPBD Kabupaten Magetan, dan TNI/Polri.

"Kita juga sempat dag dig dug, soalnya angin yang berhembus lumayan membuat panik warga. Karena saking paniknya, semua warga keluar rumah dan berdiri di depan rumah mencla mencle," katanya.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved