Tumurun Private Museum, Wisata Gratis Solo Milik Bos Sritex, Banyak Karya Seni Kualitas Tinggi
Mau berlibur ke Solo? Jangan sampai ketinggalan untuk mengunjungi Tumurun Private Museum!
Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SOLO - Jika kamu sedang atau akan berlibur ke Solo, jangan sampai ketinggalan untuk memasukkan Tumurun Private Museum ke dalam rencana perjalanan kamu saat liburan.
Tumurun Private Museum merupakan museum yang berisi koleksi pribadi milik bos PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto.
Tumurun Private Museum baru dibuka 1 tahun 8 bulan.
Saat masuk, pengunjung bakal disajikan ruangan luas nan bersih.
Di ruang pertama, ada lukisan seni yang berjajar di tembok sebelah kanan dan kiri. Kemudian di tengah, ada dua instalasi icon Art Jog dan mobil merci kuning.
• Menikmati Wisata Kuliner Khas Timur Tengah di Arabian Street Food Banyuwangi
• Pasar Wit-Witan Suguhkan Kuliner Tradisional Khas Banyuwangi Bebas Plastik di Bawah Pepohonan
Museum yang terletak di Jalan Kebangkitan Nasional No 2/4, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, ini memiliki 450 koleksi karya seni berkelas.
Namun, yang dipajang di museum sebanyak 120 koleksi.
Sofyan, Guide Tumurun Private Museum membocorkan asal mula museum dinamai 'Tumurun'.
Kata dia, cikal bakal 'Tumurun' bermula dari mobil merci yang kini dipajang di museum tersebut.
"Mobil merci itu merupakan koleksi ayah Pak Wawan, nama sapaan Iwan Lukminto. Yang mana koleksinya memang turun temurun. Makanya museum ini dinamai Tumurun," katanya kepada TribunJatim.com, Kamis (12/12/2019).
• Jelang Liburan Natal dan Tahun Baru, Yuk Travelling ke 3 Negara Bebas Visa Ini, Bisa Lihat Wat Pho
• Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Penumpang Kereta Api saat Liburan Nataru, Tiketnya Ludes Terjual
Bila ingin mengunjungi Tumurun Private Museum, bisa dilakukan setiap hari, kecuali Senin mulai pukul 10.00-17.00 WIB.
Sedangkan, di akhir pekan pukul 09.00-13.00 WIB.
Pengunjung pun tak perlu membayar alias gratis.
Namun saat mengunjungi museum, pengunjung diwajibkan untuk mematuhi beberapa peraturan. Yakni dilarang membawa barang seperti tas. Kemudian, pengunjung diwajibkan untuk menjaga jarak dan tak boleh menyentuh koleksi karya apapun.
"Pengunjung boleh mengambil foto dan video. Hanya saja, flashnya harus dimatikan," kata Sofyan.
• VIDEO: Nikmatnya Kuliner Ikan Bakar Kampung Iwak dan Wisata Pemancingan Kalanganyar Sidoarjo
• Rekomendasi 5 Aplikasi Bantuan untuk Liburan ke Luar Negeri Bagi Traveler Pemula
Berikut videonya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pengunjung-saat-menikmati-seni-kontemporer-dan-modern.jpg)