Lipsus Persebaya
Bonita Dita Indah Novianti, Tak Harus dari Surabaya
Jawa Timur is green, jargon ini cocok disematkan kepada Dita Indah Novianti, Bonita (fans Persebaya) perempuan asal Magetan.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Jawa Timur is green, jargon ini cocok disematkan kepada Dita Indah Novianti, Bonita (fans Persebaya) perempuan asal Magetan.
Dara 19 tahun ini mengaku mencintai Persebaya Surabaya meskipun dia berasal dari Magetan.
Jawa Timur is green merupakan ungkapan bahwa Jawa Timur adalah basisnya suporter Persebaya yang identik dengan atribut warna hijau. Terkait dengan jargon ini, Dita pun mengakui bahwa darahnya adalah hijau, dalam hatinya terukir nama Persebaya.
“Saya lahirnya di Magetan terus pindah ke Surabaya sampai sekarang. Kalau suka Persebaya itu memang dari kecil,” ucap Dita saat berkunjung ke Kantor Harian Surya, akhir pekan kemarin.
Dita menceritakan, dulu waktu kecil sering diajak orang tua menonton Persebaya ke stadion di Surabaya. Sejak saat itulah, Dita langsung jatuh hati kepada tim kebanggaan Arek-arek Suroboyo itu.
Disinggung apakah Bonek dan Bonita harus orang-orang yang lahir atau berasal dari Surabaya, Dita menyebut tidak harus. Pasalnya, menurut Dita, mencintai klub sepak bola tidak terikat tempat seseorang dilahirkan. Namun, rasa cinta terhadap klub kebanggaan bisa muncul karena faktor lain.
• News Analysis, Dhion Prasetya, Pengamat Bola : Hindari Drama-drama Tak Penting
• GEGER Temuan Mayat Pemandu Lagu Tanpa Baju di Kebun Ngawi,Cara Membunuh Terkuak dari Kondisi Tanaman
• GEGER Kerangka Manusia di Septic Tank Rumah Bantul, Misteri Bunuh Diri Terkuak, Cerita 5 Tahun Lalu
“Orang suka (klub sepak bola) tidak memandang di mana tempat dilahirkannya. Berasal dari mana pun kita, kalau sudah suka dan cinta, pasti tidak ada alasan menampiknya. Selain saya, ada artis juga, Mas Isa Bajaj yang berasal dari Magetan tapi menyukai Persebaya,” kata Dita.
Perempuan yang disibukkan dengan rutinitas kuliah dan kerja ini menceritakan pengalaman serunya saat mendukung Persebaya di laga away. Kala itu, Dita datang sendirian ke Yogyakarta menonton dan mendukung Bajul Ijo.
“Saat itu lawan Blitar, mainnya di Jogja. Saya naik kereta sendirian. Waktu itu pertandingan memang tanpa penonton, dan saya menemani perjuangan Persebaya dari luar stadion,” ungkapnya.
Nah, untuk laga home, Dita pun memiliki pengalaman seru terkait kuliner yang dijajakan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Jajanan ini adalah lumpia yang dari turun temurun selalu dijual di stadion saat Persebaya berlaga.
“Kalau nggak makan lumpia di stadion kayaknya ada yang kurang. Pokoknya lumpia GBT atau Gelora 10 Nopember selalu bikin kangen, meskipun kadang agak keras,” imbuhnya sembari terkekeh. (eko darmoko/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-bonita-persebaya-surabaya-dita-indah-novianti.jpg)