Lipsus Persebaya

News Analysis, Dhion Prasetya, Pengamat Bola : Hindari Drama-drama Tak Penting

pengamat Persebaya, Dhion Prasetya, satu catatan negatif Persebaya di Liga 1 2019 sebelum akhirnya ditangani Aji Santoso, banyak membuang poin kandang

Penulis: Khairul Amin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, memberikan arahan pada pemain saat latihan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (14/12/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persebaya mampu menutup kompetisi Liga 1 musim ini dengan raihan manis setelah berhasil finish di posisi runner-up (kedua) klasemen akhir Liga 1 2019.

Hasil ini lebih baik dari musim sebelumnya (Liga 1 2018) yang mengakhiri kompetisi di urutan lima.

Raihan tersebut tidak lepas dari catatan positif sembilan laga tanpa kekalahan dibawah asuhan Aji Santoso, enam laga berhasil dimenangkan, dua laga lainnya berakhir imbang.

Padahal, sebelum ditangani Aji Santoso, di bawah racikan Djadjang Nurdjaman-Bejo Sugiantoro (caretaker)-Wolfgang Pikal, Persebaya terseok-seok di zona papan bawah-tengah.

Salah satu pengamat Persebaya, Dhion Prasetya, satu catatan negatif Persebaya di Liga 1 2019 sebelum akhirnya ditangani Aji Santoso, banyak membuang poin kandang.

Dari 12 laga kandang awal, Persebaya hanya bisa menang tiga laga, delapan laga berakhir imbang, satu laga menelan kekalahan.

“Persebaya Surabaya di musim ini terlalu sering membuang kesempatan meraih angka penuh dikandang. Sebuah kerugian besar bagi Persebaya Surabaya,” terang pria akrab disapa Dion kepada Tribunjatim.com.

Dion akui, penggantian Djanur ke caretaker Bejo Sugiantoro, sedikit menjadikan tim berbeda. Mampu membangkitkan pola permainan khas Persebaya Surabaya yang sempat tak muncul ketika ditangani oleh Dajnur.

“Meski tidak mampu menghindar dari kekalahan telak 0-4 atas Arema FC di Malang. Yang konyol lagi adalah penunjukan Wolfgang Pikal sebagai pelatih kepala,” ucap pria asal Sidoarjo itu kepada Tribunjatim.com.

Ditambahkan Dion, pergantian Itu adalah hal terkonyol yang pernah ada.

GEGER Temuan Mayat Pemandu Lagu Tanpa Baju di Kebun Ngawi,Cara Membunuh Terkuak dari Kondisi Tanaman

Siswa 3 SMP di Sumenep Tertangkap Beli Sabu 0,37 Gram, Habiskan Libur Nataru di Mapolres Sumenep

Bek Persebaya Surabaya M Hidayat dan Syaifuddin Mulai Intens Bicarakan Perpanjangan Kontrak

“Bagaimana mungkin pelatih dengan rekam jejak kurang baik sebagai pelatih kepala ditunjuk sebagai nahkoda Persebaya ? Hasilnya bisa dilihat,” tegas pria 33 tahun itu.

Delapan laga menangani Persebaya, Wolfgan Pikal hanya bisa mempersembahkan satu kemenangan, empat laga menelan kekalahan, tiga laga lainnya berakhir imbang.

“Ditambah sebuah kekalahan memalukan 2-3 dari tim tamu PSS Sleman yang menyebabkan pitch invasion jilid dua,” ucap pria miliki hobi membaca tersebut.

Akibat kekalahan itu pula, oknum Bonek melakukan kerusuhan di Stadion GBT sehingga Persebaya mendapat sanksi latangan tanpa penonton sembilan laga tersisa hingga akhir kompetisi Liga 1 2019.

Beruntung, Dion menilai managemen Persebaya bergerak cepat dengan mendatangkan Aji Santoso sebagai sosok tepat pada kondisi kurang baik Persebaya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved