FKH Unair Buat Produk BioFermentor, Solusi WC Anti Bau dan Anti Penuh

20 mahasiswa FKH Unair bersama Prof Dr Herry Agoes Hermadi dan Sunaryo Hadi Warsito ciptakan solusi WC anti bau dan anti penuh.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/Sulvi Sofiana
FKH Unair buat produk bioFermentor, solusi WC anti bau dan anti penuh di Kelurahan Jagir Wonokromo. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Herry Agoes Hermadi dan Sunaryo Hadi Warsito bersama 20 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dan Lembaga Pengabdian dan Pengembangan (LPM) unair mengenalkan solusi WC anti bau dan anti penuh di Kelurahan Jagir Wonokromo.

Prof Herry mengungkapkan program ini sudah berjalan sejak awal Mei hingga Desember 2019.

Sebelumnya sasaran program ini adalah masyarakat di Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut.

Kemudian bergeser ke di Kelurahan Jagir Wonokromo karena terdapat sekitar 11 RW yang didominasi warga tidak mampu.

Dua Proyek Fisik Kota Blitar Tidak Selesai Tepat Waktu, Ini Jumlah Denda yang Harus Dibayar Rekanan

Aksi Maling Motor Berakhir di RS, Dua Pria Surabaya Ini Dikejar & Dihajar Massa Hingga Babak Belur

Sebagian dari mereka tinggal di sebagian tanah milik Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang padat penduduk.

Dengan kondisi seperti itu, banyak dijumpai masyarakat yang membuang hajat di sekitar rel kereta api, saluran kedil dan tempat lain secara sembarangan.

“Karena itu, kami menggagas program berupa sosialisasi pembuatan jamban pribadi, sekaligus penggunaan bio-fermentor yang berfungsi menghancurkan tinja tanpa menghasilkan bau dari ekstrak isis rumen sapi,” ujarnya.

Prof Herry menjabarkan, ada tujuh kriteria dalam pembuatan jamban sehat. Yaitu tidak mencemari air, tidak mencemari tanah permukaan, bebas dari serangga, tidak menimbulkan bau, aman, nyaman, mudah dibersihkan.

5 Zodiak yang Diramal Panen Keberuntungan di Tahun Tikus, Termasuk Taurus dan Virgo

Daftar 7 Pertandingan Sepak Bola Paling Ditunggu Penggemar pada 2020, Fans Hati-hati Terbakar Emosi

”Selain itu kami juga memberikan edukasi dan monitoring kepada masyarakat,” tambahnya.

Mulai dari sosialisasi, mengolah rumen sapi dari rumah potong hewan yang akan digunakan sebagai bio-fermentor, hingga praktik dalam membuat jamban dilakukan bersama warga.

"Warga sangat terbantu untuk menggerakkan pola hidup sehat dengan program ini. Harapannya dengan adanya program ini, kami bisa membantu Pemerintah Kota Surabaya untuk menggerakkan masyarakat hidup sehat,"paparnya.

Target Besar Khofifah di 2020 untuk Elektrifikasi Pemukiman Jatim, Fokus Garap Sumenep & Bondowoso

Salurkan Hobi, Komunitas Malang Touring Remote Control Adakan Lomba Mobil Remote Control Mini Rc 128

Sementara itu, Ketua sekaligus pendiri Asosiasi Pengelolaan dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesia (APPSANI), Koen Irianto menambahkan, tidak semua masyarakat mempunyai kemampuan finansial dalam membuat jamban sehat dan laik pakai.

Sebagai penggiat sanitasi, pihaknya ingin berpartisipasi dalam pengentasan kasus buang air besar sembarangan (open defection free).

“Dalam program ini, kami juga gunakan metode edukasi jamban sehat, melalui alat peraga untuk menarik masyarakat dalam mengenal pola hidup sehat,” ujarnya.

Dengan pembuatan jamban sehat, diharapkan perilaku masyakat untuk melestarikan lingkungan dan menjaga kesehatan dapat semakin membaik.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved