Semangat Inge Ariani Safitri Kembalikan Budaya Mendongeng ke Rumah: Manfaatnya Banyak!

Koordinator Kumpul Dongeng Surabaya, Inge Ariani Safitri bagi manfaat dongeng untuk anak dan orangtua. Ini penjelasannya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Hefty Suud
SURYA/ SUGIHARTO
Potret Inge Ariani Safitri, aktivis dongeng yang kini aktif menyebarluaskan budaya mendongeng lewat kegiatan Kumpul Dongeng Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kegiatan mendongeng kepada anak-anak memiliki banyak manfaat. Itulah yang diyakini oleh Inge Ariani Safitri, aktivis dongeng yang kini menjadi koordinator Kumpul Dongeng Surabaya.

Selain bisa mengasah kemampuan berimajinasi dan berpikir, Inge meyakini bahwa mendongeng bisa memperkuat ikatan antara orangtua dan anak.

"Dongeng merupakan sarana komunikasi dan belajar yang efektif. Apabila hal ini dibudayakan, maka akan memperkuat ikatan keluarga. Dengan demikian, si anak akan memiliki tameng yang bagus dalam menghadapi berbagai tantangan," kata Inge saar ditemui di kawasan A Yani Surabaya, Sabtu (4/12/2019).

Hujan Deras & Angin Sapu Surabaya, Pohon 5 Meter Tumbang di Jalan Pagesangan & Akses Ditutup Total

Isi Seminar Expo Campus AMP Nusantara, Gandhi Satria Dharma Bagi 6 Tips Jadi Mahasiswa Berprestasi

Bahkan, lanjutnya, cerita-cerita yang tidak bisa diungkapkan anak kepada orang lain, bisa diceritakan kepada keluarga melalui kebiasaan mendongeng.

Oleh karena itu, perempuan kelahiran Bandung, 9 April 1971 ini bertekad untuk mengajak masyarakat, utamanya orangtua, untuk kembali membudayakan dongeng di lingkungan keluarga.

Tak sendirian, ia berjuang bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya (@kumpuldongengsby).

"Gerakan ini ada sejak 2015, setelah saya pindah ke Surabaya dari Bandung. Awalnya untuk kegiatan deklarasi Hari Dongeng Nasional," ia mengisahkan.

Gus Muhdlor Deklarasi Calon Bupati Sidoarjo: Partai Pengusung dan Wakilnya Akan Jadi Kejutan

Identitas Mayat di Tol Kebomas Gresik Temui Titik Terang, Polisi: Korban, Warga Jawa Timur

Setelah kegiatan itu, ternyata ia dan rekan-rekannya merasa bahwa gerakan tersebut harus terus dijalankan, melihat saat itu tak banyak masyarakat yang sadar pentingnya mendongeng.

"Sekarang terdapat 60 anggota, 30 di antaranya yang benar-benar aktif. Alhamdulillah, 15 di antaranya sudah berani mendongeng di depan umum," ungkap perempuan berkacamata ini.

Beragam kegiatan dilakukan oleh Kumpul Dongeng Surabaya. Mulai dari berbagi seputar dunia mendongeng, lokakarya, agenda tahunan seperti Festival Dongeng Surabaya, dan sebagainya.

Tak dijalankan sendiri, kegiatan-kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan komunitas, instansi, dan pihak-pihak lainnya.

Maraknya Perilaku Gaming Disorder, Jangkiti Usia Anak-anak, Orang Tua Harus Tahu Gejalanya

Prakiraan Cuaca BMKG Besok Senin (5/1/2019) di Surabaya, Suhu Lebih Dingin sampai 26 Celcius

Tapi, jauh sebelum aktif dalam Komunitas Kumpul Dongeng Surabaya, alumnus Universitas Padjajaran Bandung ini sudah terbiasa mendongengkan anaknya sejak 1996.

"Sebelum 2015, ketika belum di Surabaya, saya juga aktif dalam kegiatan anak-anak. Pada 2012, misalnya, saya memiliki kelompok belajar yang kegiatannya diawali dengan mendongeng. Saya juga pernah aktif di daycare, sekolah TK, dan sebagainya," ia mengatakan.

Dalam mendongeng, Inge kerap membawa media yang erat dengan dirinya, yakni gitar kecil berwarna cokelat muda.

"Ayah suka main musik. Saya terbiasa dengan menyanyi bersama. Dalam mendongeng, memang saya suka main gitar, meski nggak jago-jago amat," ungkap Inge sambil tertawa.

Serunya Make Up Artist Surabaya Unjuk Kreativitas di Make Up Competition Korean Look di Surabaya

Rekanan Proyek Tak Profesional, Rehab Jembatan Rp 1,27 M di Blitar Mandek & Ganggu Akses Jalan Warga

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved