Wilayah Magetan Kota Masuk Kawasan Rawan Bencana
Tujuh kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Magetan rawan bencana, salah satunya wilayah Kecamatan Magetan Kota.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Tujuh kecamatan dari 18 kecamatan di Kabupaten Magetan rawan bencana, salah satunya wilayah Kecamatan Magetan Kota.
Karena itu, warga masyarakat perlu waspada memasuki bulan Januari - Februari, puncak musim penghujan.
"Di Kabupaten Magetan ini ada tujuh wilayah kecamatan yang berpotensi terjadinya tanah longsor. Ada spot spot yang kondisinya memprihatinkan,"kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra bersama sejumlah personilnya melongok lokasi longsor di Jalan Thamrin, Magetan, Selasa (06/01).
Lantaran itu, lanjut Fery, warga masyarakat yang berada di wilayah tujuh kecamatan, terutama yang tempat tinggalnya berada di lokasi bencana, perlu waspada. Apalagi dibulan Januari hingga akhir Februari, yang merupakan puncak musim penghujan.
"Saya himbau, warga masyarakat yang berada di tujuh lokasi rawan bencana, terutama bencana tanah longsor, perlu waspada dan hati hati. Januari ini, hingga Februari akhir, puncaknya musim penghujan," ujar putra Prayogo Prayitno, tokoh PDIP Kabupaten Magetan ini.
Dikatakan Fery, bulan Januari hingga Februari, sesuai prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi cuaca ekstrem.
• Ternyata Inilah Alasan Agen Makan Konate Belum Umumkan Nama Klub Barunya
• Soal OTT Kepala Daerah di Sidoarjo, Begini Respon PKB Jatim
• Tiga Kecamatan di Gresik Kembali Dilanda Banjir, Ratusan Rumah Warga Terendam, Listrik Sempat Padam
"Dari 38 kabupaten, 13 kabupaten diantaranya, termasuk Kabupaten Magetan, akan terkena cuaca ekstrem ini. Karena itu, termasuk warga di Kecamatan Magetan kota, waspada dan berhati hati," kata Fery Yoga Saputra.
Sementara tujuh wilayah kecamatan di Kabupaten Magetan yang masuk daerah rawan bencana, terbanyak adalah tanah longsor, yaitu wilayah Kecamatan Magetan Kota, Plaosan, Poncol, Parang, Panekan, Sidorejo, dan Ngariboyo.
"Tujuh wilayah kecamatan ini sudah kita siagakan, terutama, Poncol, Plaosan dan Panekan. Bahkan BPBD, TNI/Polri bersama masyarakat dan organisasi pecinta alam, selalu membuat pos darurat, saat curah hujan turun dengan intensitas tinggi," katanya.
Menurut Fery, di wilayah Magetan kota ada beberapa spot yang rawan longsor. Tapi untuk skalanya tidak begitu besar bila dibandingkan dengan wilayah lain, dan rawan bencana tanah longsor tertinggi ada di wilayah Poncol dan Plaosan.
"Upaya BPBD mengantisipasi tanah longsor dengan menutupi rembesan rembesan yang terlihat dengan menggunakan terpal agar resapan air itu minimal bisa dikendalikan untuk sementara waktu," tandas Fery Yogo Saputra.(tyo/Tribunjatim.com)