Ungkap Korupsi DD, Kejari Magetan Temukan Sejumlah Stempal Toko di Kantor Desa

Kasus dugaan korupsi dana desa (DD)tahun 2017 - 2018 saat Kepala Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dijabat Emy Hariono

Surya/ Doni Prasetyo
Sejumlah petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan melakukan penggeledahan di Kantor Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan dipimpin Kasi Pidsus Agus Zaeni, untuk mencari bukti bukti tambahan dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2017 - 2017, Kamis (16/1). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kasus dugaan korupsi dana desa (DD) tahun 2017 - 2018 saat Kepala Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dijabat Emy Hariono, yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sudah naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan, dan konon sudah menemukan tersangka yang terlibat kasus itu.

"Penggeledahan ini hanya untuk mencari bukti bukti tambahan, kasus dugaan korupsi dana desa tahun 2017 dan 2018, yang sedang kami tangani," kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Magetan Agus Zaeni kepada Surya, Kamis (16/1).

Kasus dugaan korupsi ini, lanjut Agus, sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan, dan kami segera memeriksa kembali sejumlah saksi saksi yang terkait dana desa tahun 2017 dan 2018 itu.

"Kami sdh ada tersangkanya, tinggal nanti dilakukan pemeriksaan kembali, dan kami konfrontir dengan temuan temuan tambahan bukti bukti di Kantor Desa Baleasri ini," kata Agus yang memimpin tim penggeledahan itu.

Menurut Agus, dalam dugaan korupsi dana desa itu, ada kerugian negara yang sementara ditemukan antara Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Meski tidak menutup kemungkinan kerugian negara itu masih bisa bertambah.

Korupsi Dana Desa 2018, Kepala Desa Dukuhmojo Jombang Ditetapkan Kejari Jadi Tersangka

Kandungan Kulit Lemon hingga 8 Manfaatnya Bagi Kesehatan, Salah Satunya untuk Lawan Penyakit Mulut

Nyaris Komplet, Persebaya Surabaya Tinggal Tunggu Bek Kiri dan Kiper Baru

"Seperti ada kegiatan pembangunan fisik, SPJ (Surat Pertanggungjawaban) ada, tapi proyek tidak ada atau fiktif. Karena itu kami lakukan penggeledahan untuk mencari bukti tambahan seperti SPJ yg ternyata kegiatannya fiktif," jelas Agus.

Dalam kegiatan penggeledahan itu, Agus didampingi sekitar enam jaksa senior. Selain menggeledah bagian administrasi, pelayanan, juga satu ruangan yang pembangunannya tidak dilanjutkan, yang berada di belakang ruang arsip.

Karena ruangan yang sedianya dijadikan toilet itu tidak dilanjutkan pembangunannya. Oleh perangkat desa setempat dijadikan gudang tempat penyimpanan proyektor dan layarnya. Juga barang barang lain.

"Kami selain menemukan kegiatan fiktif juga menemukan sejumlah stempel dari berbagai toko, seharusnya tidak disini yang dibuat perangkat desa," ata Agus Zaeni.

Dikatakan Agus, kasus ini tidak menutup kemungkinan akan menyeret tersangka baru, tentunya setelah pemeriksaan saksi saksi dan tersangka utama, setelah penggeledahan ini.

"Untuk tersangka lain, kita tunggu hasil pemeriksaan nanti. Pastinya ada, tersangka baru yang ikut menikmati hasil dugaan korupsi itu. Bisa dari luar kantor desa atau perangkat," tandas Agus.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved