Keraton Djipang di Blora, Muncul Kerajaan Selain KAS, Ganjar Pranowo Buka Suara, Bongkar Bedanya
Muncul lagi pembahasan adanya kerajaan baru di Blora, Jawa Tengah bernama Kerajaan Keraton Djipang di Blora.
Penulis: Ignatia | Editor: Adi Sasono
Menurut Ganjar, keberadaan Keraton Djipang yang tidak meresahkan masyarakat dan tidak ada keributan yang terjadi di sana.
Namun, dia menyatakan akan tetap ada pemeriksaan untuk keraton itu.
"Maka nanti biar dicek oleh Kesbangpolinmas kami," ujar Ganjar.

Sebelumnya, kemunculan kerajaan baru di Purworejo sempat menyita perhatian publik karena menggelar kirab selama beberapa hari yang diikuti ratusan orang.
Kerajaan yang menamakan diri Keraton Agung Sejagat itu dipimpin Toto Santosa.
Belakangan Toto ditangkap polisi karena diduga menipu pengikutnya. Dia mewajibkan pengikutnya menyerahkan uang hingga Rp 30 juta setiap bulan.
Gubernur Jawa Tengah itu juga menghimbau agar masyarakat tak sembarangan dalam bertindak.
• 6 Fakta Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah, Pemimpinnya Totok Santosa Hadiningrat

Apalagi jika ingin mendirikan kerajaan atau keraton.
Ia mewajibkan seluruh masyarakat yang ingin mendirikan kerajaan untuk melapor.
"Barang siapa mau mendirikan kerajaan atau ada kerajaan masa lalu, lapor ke saya.
Tolong kami diajak bicara agar kami mengerti dan tidak menimbulkan kegaduhan," ujarnya sesuai rilis yang diterima tribunjateng.com, Kamis (16/1/2020).
Cerita Mantan Pengikut Kerajaan Agung Sejagat Purworejo, Dijanjikan Dolar US hingga Bayar Seragam
Keberadaan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) menjadi sorotan masyarakat Purworejo, Jawa Tengah.
Sang pimpinan Kerajaan Agung Sejagat, Totok Santosa Hadiningrat ditangkap pihak kepolisian bersama sang istri.
Totok Santosa Hadiningrat atau yang kerap dipanggil Sinuhun oleh pada punggawa pengikutnya ternyata pernah menjadi pemimpin sebuah organisasi bernama Jogjakarta Development Committe (JOGJA-DEC).