Breaking News

SDN 3 Kranggan di Kota Mojokerto Yang Rusak Sudah Diperbaiki

Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kranggan, Kota Mojokerto memastikan kondisi bangunan ruangan kelas yang rusak sudah diperbaikan.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Mohammad Romadoni
Kondisi atap plafon bangunan sekolah di SDN 2 Kranggan yang tidak mendapatkan dana alokasi perbaikan dari pemerintah pusat. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kranggan, Kota Mojokerto  memastikan kondisi bangunan ruangan kelas yang rusak sudah diperbaikan.

Untuk diketahui, SDN 3 Kranggan masuk ke daftar kategori bangunan sekolah yang mengalami kerusakan pada tahun 2019.

Kepala sekolah SDN 3 Kranggan, Sarwati menjelaskan pihaknya telah melaporkan seluruh kebutuhan untuk mengcover biaya perbaikan gedung sekolah ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Mojokerto.

"Yang bisa dicover apa kita lakukan terpenting untuk keselamatan siswa. Untuk sekarang atap plafon sudah ditinggikan sesuai permintaan saya dan kerangka sudah diganti galvalum," ujarnya saat ditemui di SDN 3 Kranggan, Sabtu (18/1/2020).

Ia mengatakan jika tahun lalu pihak sekolah mencemaskan keselamatan siswanya lantaran kondisi atap plafon rusak parah. Adapun kerusakan plafon kala itu hampir sebagian ruangan kelas yakni kelas II sampai kelas VI sehingga sangat mengkhawatirkan karena dipakai peserta didik belajar.

"Kalau dulu memang saya takut ya karena kondisi atap seperti itu sekarang sudah diperbaiki," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Jadwal Liga Inggris Pekan ke-23, Tersaji Laga Manchester City Vs Crystal Palace

Pengepul Togel di Surabaya ini Diringkus Polisi, Tergiur Komisi 10 Persen

DAFTAR Wanita yang Pernah Dekat dengan Komedian Sule, Ada Rita Tila, Naomi Zaskia, hingga Baby Shima

Masih kata Sarwati, sesuai atensi dari pimpinannya yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid selalu menekankan kepada seluruh kepala sekolah untuk segera mengecek kondisi ruangan kelas yang dinilai membahayakan.

Oleh sebab itu pihaknya selalu memanggil tukang bangunan untuk mengecek kondisi bangunan kelas terutama pada saat musim hujan seperti ini.

"Soalnya Kadindik tidak mau sampai ada bangunan sekolah yang roboh dan jangan sampai itu terjadi," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Ditambahkannya, untuk saat ini masih ada kerusakan minor pada sebagian infrastuktur bangunan sekolah yang perlu diperbaiki.
Pihaknya sudah mengusulkan ke Dindik Kota Mojokerto mengenai perbaikan tersebut.

"Kerusakan minor ini sebagian besar kusen pintu di sekolahan sudah lapuk kalau yang lainnya Insyaallah sudah tidak ada," tandasnya.

Untuk diketahui adapun kerusakan SDN di Kota Mojokerto pada tahun lalu yakni di SDN Kranggan 2, 3, 4 dan 5. SDN Balongsari 6 dan 8, SDN Wates 5 dan 6, SDN Mentikan 2, SDN Gedongan 1 dan 3. SDN Bloto 1 dan 2, SDN Meri 1, SDN Purwotengah 2, SDN Sentanan dan SDN Surodinawan. SDN Wates 1, 3 dan 4, SDN 4 Miji, SDN Kedundung 1 dan 3.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid memastikan ada 15 sekolah yang mendapat prioritas khusus untuk perbaikan akan menggunakan dana pemeliharaan Rp 1,5 miliar.

Pada awal 2020, ada 8 sekolah SDN yang memperoleh bantuan dana rehabilitasi gedung sekolah berupa Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 2,3 miliar.

Yakni SDN Kranggan 4, Gedongan 3, Kranggan 5, Purwotengah 2, Magersari 2, Mentikan 2, Surodinawan dan Gedongan 2. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved