Mengenal Sugianto, Warga Tambakrejo yang Rela Tanam 3000 Pohon di Hutan Gundul
Hutan lindung di area Pantai Sendiki, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hutan lindung di area Pantai Sendiki, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengalami kerusakan.
Aksi pembalakan liar dari oknum tak bertanggung jawab, disebut-sebut berada dibalik rusaknya hutan lindung itu.
Ketika melihat langsung ke lokasi, Minggu (19/1/2020) tampak beberapa pohon besar tumbang, imbas aktivitas manusia. Ada yang digergaji, dibakar hingga terpotong menjadi bagian-bagian kecil. Dari segi penampakannya, tumbangnya kayu tersebut baru saja terjadi.
Sugianto (56) merasa tergerak hatinya menanam pohon di sebuah bukit yang gundul di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermajing Wetan, Kabupaten Malang.
Pria yang merupakan relawan PROFAUNA Indonesia itu rela melakukan pembibitan puluhan ribu pohon sejak tahun 2000.
Usahanya melakukan penghijauan di area tersebut tak mulus. Ia sempat menerima kenyataan pohon yang ia tanam tiba-tiba ditebang oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
"Saya sakit hati pak. Pohon saya pernah ditebangi. Alasannya ini hutan produksi. Gak boleh ditanami buah-buahan. Tapi kan yang penting ini saya ingin kembalikan hutan agar asri kembali," bebernya ketika ditemui di gubuk Kebun Bibit Rakyat Maju Mapan Tambakrejo.
Sugianto merasa sakit karena membesarkan pohon butuh perjuangan.
"Pohon tumbuhnya 10 tahun baru bisa besar. Nebangnya cuma beberapa jam. Di situ saya merasa sakit hati," beber Sugianto.
Setiap hari, Sugianto rela melewati perbukitan dengan jalanan terjal untuk merawat bibitnya.
Bibit pohon itu ada beberapa jenis. Ada Pohon Sengon, Sirsak, dan Alpukat.
Sudah ribuan pohon yang ia tanam di area seluas sekitar 1 hektar itu.
"Sebagai warga sini, saya ingin lestarikan lingkungan. Anak cucu harus mendapat lingkungan yang lestari," beber Sugianto.
Sugianto percaya, apabila manusia merawat dan tidak merusak pohon, maka akan terhindar dari bencana.
"Saya percaya pohon bisa mencegah bencana alam. Tengok sekarang hutan yang rusak timbulkan kekeringan, banjir dan tanah longsor. Mari menanam pohon," ajaknya. (ew/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malang-bibit-sirsak-ditanam-di-hutan-gundul-di-malang.jpg)