Pemuda Madura Nyolong Mobil Tetangganya Gegara Sakit Hati Utang Tak Kunjung Dibayar, Didor Polisi
Pemuda Madura nyolong mobil tetangganya gegara sakit hati utang tak kunjung dibayar. Didor polisi.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rasa sakit hati pemuda Madura ini mencuat.
Pemuda Madura ini nekat menucri mobil tetangganya.
Ini karena dirinya sakit hati lantaran tetangganya tak kunjung membayar utang kepadanya.
• Pria Surabaya Nyolong HP Wanita di Mal, Beli Boks Ponsel via Tokopedia Lalu Dijual, Jejak Terlacak
Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk seorang pelaku pencurian mobil Toyota Krista bernopol M 1076 HN.
Pencurian itu terjadi di sebuah rumah milik Indrasari di Jalan Salak, Bangkalan, Madura, pada Minggu (19/1/2020) siang.
Tersangka bernama Ahamd Fauzi Siswadi (29) warga Jalan Jambu Bangkalan, Madura dibekuk unit Jatanras setelah mendapat informasi adanya transaksi mobil korban yang hilang hendak dijual ke Surabaya.
"Kami mendapat informasi tersebut melakukan penyelidikan. Saat mobil korban terparkir di wilayah Jalan Kusuma Bangsa, kami lakukan pemantauan. Begitu melihat tersangka kami dekati dan lakukan penangkapan," beber Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto, Senin (20/1/2020).
Lebih lanjut, Iwan menyebut jika pihaknya akan melimpahkan kasus pencurian mobil tersebut ke Polsek Kamal, Madura.
Bahkan, pelaku juga terpaksa ditembak lantaran berusaha kabur saat ditangkap.
• Akhir Kisah Pria Madura di Bui, Tabrak Vas Bunga Saat Bawa Kabur Motor Curian, Babak Belur Dihajar
"Karena laporan dan TKP-nya ada di Polsek Kamal, nanti akan kami serahkan," tandasnya.
Sementara itu, Ahmad Fauzi mengaku jika nekat mencuri mobil korban lantaran sakit hati.
Ia yang kerap membantu korban merasa diacuhkan.

Bahkan, korban yang memiliki utang kepada orang tuanya tak kunjung dilunasi membuat sakit hati tersangka meluap.
"Korban itu tetangga saya. Saya sering dimintai tolong. Terus saya dengar kalau korban ini punya utang sama orang tua saya. Waktu ditagih katanya tidak ada uang. Tapi saya lihat kok bisa perbaiki mobil, bisa ganti plat nomor juga. Dari situ saya mulai sakit hati," aku tersangka.