Terjerat Dugaan Kasus Tanah Kas Desa, Lurah Kolpajung Bersama Guru Agama SD di Sampang Dipenjara

Polres Pamekasan akhirnya menahan Lurah Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Abdul Azis dan guru di salah satu SDN, Mahmud.

Terjerat Dugaan Kasus Tanah Kas Desa, Lurah Kolpajung Bersama Guru Agama SD di Sampang Dipenjara
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
Lurah Kolpajung, Pamekasan, Madura (kiri) dan Mahmud (kanan) saat berada di Rutan Mapolres Pamekasan, Kamis (23/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN – Polres Pamekasan akhirnya menahan Lurah Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Abdul Azis dan salah seorang warganya, Mahmud, guru di salah satu SDN, Kecamatan Camplong, Sampang, Rabu (22/1/2010) malam.

Langkah polres menahan Lurah Kolpajung, Abdu Azis, karena yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan cara mengahlihkan hak atas tanah desa/kelurahan, seluas 2.187 m2, di Dusun Bata-Bata, RT 01/RW 05, Kelurahan Kolpajung, dirubah menjadi tanah sertifikat hak milik (SHM) atas nama perorangan, yakni Mahmud, warga Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Kepada Tribunjatim.com, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Andri Setya Putra, mengatakan, tersangka sudah lama ditetapkan sebagai tersangka dan sekarang sudah dijebloskan ke dalam tahanan Polres Pamekasan, bersama Mahmud, yang menjadi atas nama tanah SHM, yang dialihkan kepemilikannya itu, Kamis (23/1/2020).

Respons Disparbud Saat Disebut Kurang Gereget dalam Promosikan Wisata Desa di Gresik Utara

Berkas Kasus Investasi Bodong MeMiles Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polda Jatim Selidiki Unsur TPPU

Dikatakan, kasus pengalihan tanah desa menjadi hak milik perorangan ini, atas laporan warga sekitar pada pertengahan 2019 lalu. Kemudian penyidik melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pelapor, aparat Kelurahan Kolpajung, Camat Kota Pamekasan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan.

Ketika proses pemeriksaan kasus pengalihan hak tanan desa ini berlangsung dan penyidik sudah memiliki bukti awal pendukung yang kuat untuk menjerat Abdul Azis dan Mahmud menjadi tersangka, karena di buku letter C tanah yang dimohon dan kemudian timbul sertifikat, ternyata tanah itu tanah desa/kelurahan.

Berkas Kasus Investasi Bodong MeMiles Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polda Jatim Selidiki Unsur TPPU

ALASAN Keluarga Siswa Bunuh Begal di Malang Ikhlas Terima Nasib ZA Divonis Satu Tahun Pembinaan

Namun saat itu, kedua tersangka melakukan upaya hukum memprapradilkan Polres Pamekasan ke Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan.

Namun, berdasarkan sidang di Pengadilan Negeri Pamekasan, Selasa (15/1/2020) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pamekasan, menolak prapradilan tersangka.

Selanjutnya penyidik memanggil kembali, kedua tersangka dan dilakukan pemeriksaan. Setelah itu, kedua tersangka dimasukkan ke sel tahanan.

“Kami juga sudah meminta keterangan kepada pihak terkait, untuk menentukan kerugian negara yang dilakukan keduanya tersangka itu,” ungkap Andri Setya Putra.

Dari berbagai sumber yang dihimpun Tribunjatim.com, sebelum kasus ini mencuat, tanan itu disewa Mahmud untuk digarap ditanami tanaman.

Halaman
12
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved