Bangkalan Bentengi Diri dari Virus Corona

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan mulai proaktif menginformasikan dan mensosialisasikan ke masyarakat melalui seluruh puskesmas guna memben

Bangkalan Bentengi Diri dari Virus Corona
AFP/STR/CHINA OUT
ILUSTRASI - Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan mulai proaktif menginformasikan dan mensosialisasikan ke masyarakat melalui seluruh puskesmas guna membentengi dari serangan Virus Corona.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan Sudiyo ketika berkesempatan memimpin rapat terbatas dengan pihak puskesmas atau menghadiri rapat-rapat lain di Pemkab Bangkalan.

"Kami sudah sosialisasikan ke seluruh puskesmas sebagai bentuk antisipasi, khawatir masuk ke negara kita," ungkap Sudiyo, (27/1/2020).

Kendati demikian, lanjutnya, pria yang akrab disapa Yoyok itu meminta masyarakat jangan terlalu takut berlebihan..

"Karena sejauh ini belum ada Virus Corona masuk. Dua warga dari Papua dan Bandung di RS Hasan Sadikin yang diduga suspect, hasil uji laboratnya negatif," jelasnya.

Sekedar diketahui, virus tersebut dikenal sebagai 2019-nCoV. Dipahami sebagai galur baru coronavirus yang sebelumnya belum diidentifikasi pada manusia.

Pihak berwenang di China telah menyarankan agar tidak keluar ataupun masuk kota Wuhan, tempat Virus Corona merebak.

Virus baru itu diseburkan telah menyebar dari Wuhan ke beberapa propinsi di China dan luar negeri. Termasuk Amerika Serikat, Thailand, dan Korea Selatan.

Yoyok memaparkan, hingga saat ini jangankan di Bangkalan, di Jatim dan Indonesia pun belum ada virus yang penularannya melalui udara, saluran pernapasan itu.

Namun, lanjutnya, semisal ada warga asing seperti China, Korea, atau Jepang yang terpapar dan masuk Indonesia, masyarakat diminta waspada.

"Cukup menggunakan masker dan cuci tangan pakai air mengalir. Jangan dekati warga asing yang batuk pilek panas. Kalau warga kita sendiri tidak ada yang terjangkit," paparnya.

Mantan Kepala Puskesmas Blega itu menambahkan, gejala-gejala infeksi Virus Corona adalah gangguan pernapasan, demam, batuk, sesak nafas dan kesulitan bernafas.

Virus Corona ini, lanjutnya, menular langsung dengan bertatapan atau besentuhan melalui udara.

"Masa inkubasinya selama 14 hari, baru muncul gejala seperti, pilek, batuk hingga sesak nafas. Namun butuh pemeriksaan laborat untuk memastikan positif atau negatif," imbuhnya.

Yoyok meminta, jika masyarakat menemukan kemunculan gejala seperti itu, bisa segera melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terdekat. (Ahmad Faisol/Tribunjatim.com)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved