Simpan Sabu Puluhan Gram di Dapur, Pengedar Sabu-sabu di Sampang tak Berkutik Dibekuk Polisi

Simpan sabu puluhan gram di dapur rumah, pengedar sabu-sabu di Kabupaten Sampang, Madura ini dibekuk anggota Polres Sampang.

Simpan Sabu Puluhan Gram di Dapur, Pengedar Sabu-sabu di Sampang tak Berkutik Dibekuk Polisi
Hanggara Pratama/Tribunjatim
Arif (merah) saat diinterogasi oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo di Mapolres Sampang, Jumat (31/1/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Simpan sabu puluhan gram di dapur rumah, pengedar sabu-sabu di Kabupaten Sampang, Madura ini dibekuk anggota Polres Sampang.

Arif (25) warga Dusun Moncong Desa Pamolaan Kecamatan Camplong, ternyata sudha lama menjadi pengdar sabu-sabu.

Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan, bahwa pada 29 Januari 2020, sekitar pukul 16.30 Arif berhasil diamankan dirumahnya.

Ketika diamankan, Arif sedang bersantai dan seketika terkejut dengan kedatangan Tim Satreskoba Polres Sampang.

"Sehingga Arif diamankan tanpa adanya perlawanan," ujarnya saat menggelar Press Release di Mapolres Sampang, Jumat (31/1/2020).

Di waktu yang sama, Tim Satreskoba Polres Sampang melakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku, sehingga ditemukan barang bukti sabu yang diletakkan di area dapur.

AKBP Didit Bambang Wibowo menyampaikan, Barang bukti yang ditemukan seberat 23,26 gram sabu yang dibungkus sebanyak 34 buah plastik klip bening, beserta uang tunai Rp 200.000.00, Rp 2.775.000.00, dan Rp 1.050.000.

PMI Jember Sediakan Ponten Portabel di Lokasi Banjir Bondowoso

Fokus Uji Coba Lawan Sabah FA, Pelatih Persebaya Enggan Komentari Piala Gubernur Jatim

Bakso yang Viral di Madiun Ternyata Tidak Mengandung Daging Tikus

"Termasuk tiga buah alat hisap, tiga buah dompet, empat lembar tisu, satu buah timbangan, 115 buah plastik klip kosong, dan satu unit handphone, yang digunakan untuk bertransaksi dengan pelanggannya," tuturnya.

"Selain itu juga ditemukan satu pipet kaca, dua alat sendot sabu-sabu, satu alat suntik, dua lembar kertas berisi daftar ketersediaan sabu, satu lembar catatan hutang dan dan kantong plastik hitam," imbuhnya.

Lebih lanjut AKBP Didit Bambang Wibowo memaparkan, dalam proses penjualannya, Arif melarang pembeli menggunakan sabu di luar, melainkan harus langsung digunakan saat itu juga.

Proses penjualan tersebut Arif gunakan bagi pembeli yang dari luar desa, agar tidak mudah tercium oleh pihak kepolisian.

"Akibat dari ulahnya, Arif dikenakan pasal 114 ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," tegasnya.(Hanggara Pratama /Tribunjatim.com)

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved