Pecinan Street Food, Wisata Kuliner Tionghoa ala Banyuwangi

Pemkab Banyuwangi terus menumbuhkan wisata kuliner. Bersamaan dengan peringatan Imlek, kini muncul Pecinan Street Food.

Penulis: Haorrahman | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Haorrahman
Suasana Pecinan Street Food di Banyuwangi 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus menumbuhkan wisata kuliner. Bersamaan dengan peringatan Imlek, kini muncul Pecinan Street Food.

Kawasan kuliner yang menjajakan beragam masakan khas Tionghoa. Mulai dari ayam kunpao, dimsum, bakcang, lontong cap go meh, bebek/ayam Peking, bakcang, hingga teh Luo Han Kuo.

Pecinan Street Food ini digelar di sepanjang jalan ikan Gurame, Kelurahan Karangrejo. Membentang sekitar 300 meter di areal Kelenteng Hoo Tong Bio.

Di sini, pengunjung bisa mencicipi kuliner sedap sambil menikmati suasana romantis yang kental nuansa warga tionghoa. Mulai dari musik, hiburan, hingga ornamen serba merah.

“Pecinan Street Food akan rutin digelar setiap Jumat malam di areal jalanan menuju Kelenteng Hoo Tong Bio. Khusus di festival Imlek ini, dibuka setiap hari hingga festival Imlek berakhir pada Minggu malam. Jadi warga Banyuwangi dan wisatawan yang ingin menikmati masakan khas Tionghoa tidak perlu repot. Langsung saja ke tempat ini. Dijamin puas,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Ditambahkan Anas, sudah empat tahun terakhir ini Banyuwangi menggelar Festival Imlek. Ini sebagai upaya pemkab untuk terus memupuk kerukunan dalam keberagaman di Bumi Blambangan.

Sirine Peringatan di Perlintasan KA Tak Berpalang Pintu di Gedog Kota Blitar Sering Error

Disperinaker Pastikan Tak Ada TKI Asal Trenggalek yang Kerja di China

Armand Maulana Bernostalgia Sewaktu SMA Menyaksikan Penampilan Finalis Pucuk Cool Jam

Anas mengatakan, Festival Imlek merupakan wujud komitmen pemkab untuk mengangkat beragam tradisi dan kebudayaan yang tumbuh di Banyuwangi. Ini menunjukkan bahwa budaya Tionghoa juga merupakan bagian dari Banyuwangi.

“Festival ini adalah wujud komitmen kami untuk mengakomodasi semua tradisi dan budaya yang ada di masyarakat. Banyuwangi yang dihuni banyak etnis, agama, dan budaya bisa hidup rukun dan damai,” kata Abdullah Azwar Anas.

Koordinator Kelenteng Hoo Tong Bio, Alexander Martin mengatakan, sentra kuliner baru Pecinan Street Food, selain menjajakan makanan khas Tionghoa, juga dijual aneka makanan yang biasa dijajakan di kawasan tersebut.

Meski ini adalah sentra kuliner Tionghoa, Alex memastikan bahwa semua menu yang dijajakan di kawasan ini halal. Pengunjung tidak perlu khawatir mencicipi kuliner di Pecinan Street Food.

“Masyarakat Banyuwangi sangat majemuk, ada banyak etnis dan agama. Namun, kami menyadari bahwa mayoritas adalah muslim. Sehingga kami dan seluruh pedagang sepakat hanya menyediakan masakan halal. Sehingga siapa saja bisa datang dan berwisata kuliner di sini tanpa ragu. Dijamin halal dan enak,” tegas Alex.

Aneka jajanan juga ada, di antaranya kue keranjang, manisan Tiongkok, bakpao ayam, dan bakcang. Juga aneka minuman, seperti teh bunga krisan, kopi, dan masih banyak lainnya.(haorrahman/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved