Harga Plastik Melambung, Perajin Besek Bambu Banyuwangi Kebanjiran Pesanan

Harga plastik yang melambung dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak orang melirik wadah alternatif.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
BESEK - Perajin besek bambu di Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Pesanan semakin meningkat usai harga plastik melonjak. 

 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga plastik membuat permintaan besek bambu di Banyuwangi meningkat tajam.
  • Pesanan membludak hingga pembeli harus inden, didominasi pembelian dalam jumlah besar.
  • Harga besek naik dari Rp1.500 menjadi Rp2.500 per buah, namun tetap diminati

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahl Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Harga plastik yang melambung dalam beberapa pekan terakhir membuat banyak orang melirik wadah alternatif. Salah satu yang diminati adalah besek bambu.

Hal tersebut tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap besek bambu buatan Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Selama puluhan tahun, sebagian warga Papring menekuni pembuatan aneka barang yang terbuat dari bambu.

Widie Nurmahmudy, salah satu tokoh Lingkungan Papring, mengatakan, pesanan besek bambu melonjak sejak harga kantong plastik melonjak tajam.

"Seminggu ini pesanan jauh meningkat. Pemesan sampai harus inden," kata Widie, Jumat (17/4/2026).

Menurut Widie, pesanan didominasi oleh pembeli yang memborong besek bambu dalam jumlah besar. Mereka umumnya memborong untuk dijual kembali.

Baca juga: Imbas Harga Plastik Mahal, Perajin Besek Bambu Banyuwangi Banjir Rezeki, Harga Rp 2.500 Per Buah

Tingginya pesanan membuat harga besek ikut naik. Dulu, tiap biji besek dijual Rp 1.500 per biji.

Saat ini, harganya naik menjadi Rp 2.500 per biji. Meskipun begitu, besek tetap diminati karena dianggap lebih awet dan tanah lama dibanding sebagian banyak kantong plastik.

Di sisi lain, permintaan tinggi akan besek bambu berdampak positif kepada warga Papring.

Perajin yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih banyak. Semakin banyak warga yang terlibat untuk membuat besek bambu untuk memenuhi pesanan pembeli.

"Dulu perajin mengerjakan sendiri. Kini karena banyak permintaan, mereka mengajak ibu-ibu lain untuk membuatnya," tutur dia.

Hal tersebut dilakukan agar seluruh pesanan yang masuk bisa terpenuhi. Sehingga, pembeli tidak harus menunggu terlalu lama untuk bisa mendapat pesanannya.

Menurut Widie, besek bambu oleh para pembeli banyak digunkana untuk kemasan makanan, hampers, dan keburuhan lain.

Selain naiknya harga kantong plastik, besek bambu juga lebih unggul karena lebih ramah lingkungan.

"Besek bisa dipakai berulang kali, tahan air, dan semakin awet saat terkena panas. Yang penting adalah ramah lingkungan," tutur dia.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved