Petambak Sandera Ketua DPRD Lamongan
BREAKING NEWS - Soal Kelangkaan Pupuk, Ribuan Petani Tambak Sandera Ketua DPRD Lamongan
Ribuan petani tambak dari 8 kecamatan di Kabupaten Lamongan akhirnya turun jalan menggelar aksi demo menuntut Permentan nomor 1 Tahun 2020 dibatalkan
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Ribuan petani tambak dari 8 kecamatan di Kabupaten Lamongan akhirnya turun jalan menggelar aksi demo menuntut pembatalan Permentan nomor 1 Tahun 2020.
Massa bergerak dari depan Gedung GOR jalan Basuki Rahmad menuju Gedung DPRD meminta para wakil rakyat bisa membantu kesulitan yang saat ini sedang dialami ribuan petambak Lamongan.
Hanya sekitar 20 menit orasi di depan Gedung DPRD, massa langsung menyandera Ketua DPRD Lamongan, Abdul Ghofur dan dipaksa untuk ikut berjalan kaki menuju Kantor Pemkab Lamongan di jalan KH Ahmad Dahlan.
Ajakan Ghofur meminta 20 orang perwakilan ditolak massa.
"Tidak ada perwakilan. Mari wakil rakyat yang terhormat sama - sama berjalan menuju Kantor Pemkab menemui Bupati Fadeli," tagas Koordinator Aksi, Yusuf.
Menurut Yusuf, petambak ingin memastikan apa yang sudah dilakukan Bupati Fadeli terkait kelangkaan pupuk yang dialami petambak.
• Asmara Berujung Maut Janda Karawang, Eks Suami Membunuh gegara Sakit Hati, Kakak: Anaknya Ketakutan
• Bangkalan Gempa Magnitudo 6.3 Dini Hari Tadi, BPBD Imbau Warga Tak Panik: Sejauh Ini Aman
• Pupuk Langka, 10 Ribu Petambak di Lamongan Aksi Turun Jalan, Tolak Permentan nomor 1
"Maukah anggota dewan jalan bersama menuju ke pemkab menemui bupati," tegas Yusuf kepada Tribunjatim.com.
Ketua DPRD, Abdul Ghofur semula tetap pada pendiriannya mengajak perwakilan massa masuk untuk berbicara.
"Hidup petani, hidup petani, hidup petani tambak," teriak Ghofur.
Rayuan Ghofur pada massa yang menyebut mendukung gerakan masyarakat petani tambak, yang terpenting jangan sampai anarkis, tidak digubris massa
Ujungnya, Abdul Ghofur digelandang berjalan bersama menuju Kantor Pemkab Lamongan.
Tiba di depan Kantor Pemkab Lamongan, massa kembali bersih tegang karena menolak adanya perwakilan massa yang diminta masuk.
"Bupati silakan keluar menemui kami," teriak massa.
Negosiasi akhirnya disepakati, perwakilan massa masuk menemui bupati dengan didampingi sejumlah anggota DPRD.
Bersamaan perwakilan massa masuk, ribuan massa yang ada di luar melanjutkan orasinya dengan segala tuntutannya.
"Silakan lanjutkan orasinya, perwakilan akan masuk menemui bupati," tegas Yusuf, mantan Ketua Cabang Muhammadiyah.
Hingga berita ini dikirim, perwakilan massa masih menunggu di ruang loby bupati menunggu kesepakatan perwakilan yang bisa masuk ke ruang kerja Bupati Fadeli.(hanif manshuri/Tribunjatim.com)