Desainer Mel Ahyar Sulam Cross Stitch, Hadirkan Sejarah dalam Untaian Benang
Mel Ahyar konsep Nytka, dalam bahasa Ukraina berarti benang dalam gelaran Irresistible Bazaar The Chameleon Hall, Tunjungan Plaza, Lantai 5 Surabaya
Penulis: Mayang Essa | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebudayaan selalu berhasil menginspirasi. Seringkali, adanya berbagai budaya ini mampu menjadi sesuatu dengan nilai yang lebih tinggi. Seperti budaya cross stitch yang ada di Ukraina.
Sejarah kerajinan cross stitch sendiri telah ada sejak beberapa abad lalu dan telah membantu perempuan dari berbagai generasi dan zaman untuk melatih kemampuan literasi dan jahit menjahit.
Dengan kata lain cross stitch telah menjadi jalan untuk para perempuan merasa terhubung satu sama lain.
Berangkat dari cerita ini lah, Desainer kenamaam Mel Ahyar menghadirkan koleksi busana karyanya dalam konsep Nytka, yang dalam bahasa Ukraina berarti benang dalam gelaran Irresistible Bazaar
The Chameleon Hall, Tunjungan Plaza, Lantai 5 Surabaya, Jumat (7/2/2020).
“Maksudnya, melalui objek yang sangat kecil dan tampak tidak berarti ini para perempuan telah membentuk sejarah dalam budaya. Seperti benang yang saling bertautan ini," terangnya kepada Tribunjatim.com.
Pada koleksi kali ini, Mel bercerita tentang sebuah teknik kerajinan istimewa yang telah diwariskan turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya yang biasa disebut cross stitch.
Terinspirasi dari pakaian adat para perempuan Ukraina yang identik dengan cross stitch, Mel menghadirkan busana dengan beragam warna, motif dan potongan.
• Pulang Kerja, Pria Surabaya Kaget Lihat Istri Tewas & Lampu Padam di Kos, Anak Korban: Ada Om Masuk
• Heboh, Penemuan Mayat Perempuan Nyangkut Semak di Sungai Konto Jombang
• Witan Sulaeman akan Berkarier di Eropa, Sang Agen Ungkap yang Mengontrak Merupakan Tim Papan Atas
Ada busana dengan model kemeja berpotongan balon di pergelangan tangan, potongan ragian dan siluet A. Semuanya nampak memiliki ciri khas yang sama, yakni sulam cross stitch.
“Tapi di Ukraina sendiri, sulam cross stitch dikenal sebagai kegiatan rekreasi dan telah menjadi besar dari kebudayaan dan identitas bangsa," ujarnya kepada Tribunjatim.com.
Dalam busana etnik yang tetap nampak eyecatching ini, Mel juga menggunakan bahan-bahan lain. Kali ini ia banyak menggunakan kain linen dan rayon yang dipleats dan ditambahkan detail embroidery dan pompom.
Mel menambahkan, perempuan cenderung memiliki dunia sendiri yang eksklusif. Sedangkan cross stitch merupakan salah satu gerbang untuk mengintip dunia rahasia kaum hawa.
Seiring berjalannya waktu, fungsi kegiatan sulam cross stitch juga turut berkembang menjadi medium bersuara para perempuan dalam tatanan sosial.
Belakangan ini, fungsi cross stitch bergeser lagi menjadi media mediatif yang banyak dipilih generasi milenial dan Z mengatasi kegelisahan mereka.
“Karena aktivitas kecil ini tidak sulit dipelajari. Dilakukan berulang-ulang untuk menenangkan diri dan memelihara kesehatan mental," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-fashion-show-di-surabaya-tunjungan-plaza.jpg)