Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kurir Sabu Cantik Asal Batam Ini Sembunyikan Sabu-sabu di Kemaluannya dan Dubur

Lin Ayunda (28) kurir sabu-sabu asal Batam Kota yang diringkus unit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, mengaku sudah dua kali mengirim sabu

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Yoni Iskandar
Surya/Firman Rachmanudin
Lin Ayunda (28) kurir sabu asal Batam Kota saat di Polrestabes Surabaya, Senin (10/2/20120) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lin Ayunda (28) kurir sabu-sabu asal Batam Kota yang diringkus unit Idik III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, mengaku sudah dua kali mengirim paket sabu-sabu atas perintah RT di Lapas Batam.

Lin membawa paket sabu langsung dari Johor Malaysia ke Batam menggunakan kapal Ferry.

Selanjutnya, ia menggunakan pesawat tujuan Surabaya membawa paket sabu-sabu tersebut untuk diserahkan ke seorang penerima di Surabaya.

Meski sempat lolos pemeriksaan bandara Batam dan Juanda,Lin tetap saja tak bisa menipu polisi.

Ia digeledah saat hendak masuk di Apartemen di Jalan Kedung Baruk Surabaya.

Kepada polisi, sabu seberat 212, 81 gram itu disembunyikan tersangka di lubang dubur dan lubang kemaluannya saat menuju pemeriksaan bandara.

Keberanian Teddy Beber Bukti Hilangnya Perhiasan Lina, Harga Asli Dikuak, Kemunculannya Tak Biasa

Kesaksian Istri Dijual Pria Pasuruan ke Teman, Beda Versi Suami, Bini Dijajakan Demi Lunasi Utang

LaNyalla Orasi Ilmiah di Pengukuhan Guru Besar IAIN Jember: Perkuat Akhlak dan Budi Pekerti

"Saya masukkan kedalam kemaluan dan dubur. Ya disuruh masukkan kesitu biar aman kata atasan saya," akunya dihadapan polisi.

Untuk menghindari rasa sakit berlebih, tersangka menggunakan gel yang dijual di apotik guna membantu paket sabu yang dibuntal itu masuk kedalam lubang dubur dan kemaluan secara aman.

Paket sabu itu dibuntal dengan lakban berwarna hijau itu terdiri dari tiga poket masing masing berisi 57,9 gram, 59,91 gram dan 95,00 gram.

Lin juga mengatakan jika sehari-hari ia bekerja sebagai terapis pijat di Batam. Janda satu anak itu nekat masuk ke jaringan narkoba karena kebutuhan hidup.

Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Heru Dwi Purnomo mengatakan jika tersangka sudah dua kali ini mengirim paket sabu dengan imbalan sebesar 15 juta rupiah.

"Disini dikirim terus ditinggal pergi. Sampai ada konfirmasi barang diterima. Nanti upahnya per kirim itu dapat 15 juta rupiah," kata Heru kepada Tribunjatim.com, Senin (10/2/2020). (Firman/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved